ADAKAH.ID, SAMARINDA – Terkait pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kalimantan Timur (Kaltim) selalu berada di 5 besar peringkat perhargaan terbaik dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Ketenagakerejaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Pelaksana Tugas (Plt) Hetty usai membuka Rapat Koordinasi dan Bimbinngan Teknis Pengujian K3.

“Alhamdulillah, Kaltim sudah 5 (lima) kali mendapat perghargaan sebagai provinsi terbaik terkait K3,” ungkap Hetty dikonfirmasi melalui telepon seluler, usai acara tersebut, di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Selasa (21/6/22).
“Untuk saat ini, perusahaan di Kaltim sudah bagus (Penerapan K3, red), mudah-mudahan peringkat berikutnya bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.
Diketahui, pada (28/4/2021) Gubernur Kaltim Isran Noor menerima penghargaan dari Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah sebagai pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tahun 2021 di Hotel Bidakara Jakarta.
Dari 16 Provinsi tersebut antara lain, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Kalimantan Timur. Meski menerima penghargaan, tapi tahun ini Kaltim turun peringkat, yang tahun sebelumnya diposisi ketiga.
Selanjutnya, Hetty mangatakan pihaknya akan menargetkan penghargaan terbaik peringkat pertama. Ia juga berharap kerja sama seluruh para pelaku usaha untuk selalu menagakkan pelaksanaan K3.
“Harapan kami kepada selalu melaksanakan atau menegakkan ketentuan-ketentuan dari K3 ini, kalau mereka tidak mengindahkan atau tidak melaksanakannya, kan yang malu tentu perusahaan itu sendiri,” ungkapnya.
Akan hal tersebut, Plt Hetty mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk selalu memastikan terselenggaranya program K3.
“K3 itu bukan saja khusus di perusahaan besar, atau menengah, atau kecil, tapi disemua lini harus menerapkan,” imbaunya. (Sam)
