Dinamika Hubungan Kerjasama Ekonomi China dan Amerika Serikat

Dinamika Hubungan China dan Amerika Serikat
Caption: sumber : google image(Adakah.id)

Penulis : Rona Ria Lianda Ompu Sunggu / Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UNMUL

ADAKAH.ID – China dan Amerika Serikat merupakan dua negara besar yang memiliki pengaruh penting dalam tatanan global. Adanya pengaruh China dalam tatanan global, tentunya hal ini akan mengancam hegemoni Amerika Serikat. Oleh karena itu, China dan Amerika Serikat dikenal sebagai negara yang saling bersaing dan tentu saja hal ini menimbulkan ketegangan pada hubungan kedua negara tersebut. Meskipun begitu, China sadar akan kepentingannya sehingga China tetap melakukan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

Salah satu hal yang dilakukan China ialah bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam berbagai sektor ekonomi yang menarik perhatian global karena dua negara ini saling bersaing dalam menunjukkan eksistensi. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana hubungan bilateral yang dijalin China dan Amerika Serikat dalam kerja sama China dan Amerika Serikat dalam mewujudkan kepentingan ekonominya.

Dalam mewujudkan kepentingannya, salah satu upaya yang dilakukan China yaitu dengan menjalin hubungan kerjasama bilateral dengan Amerika Serikat. Hal ini di lakukan China guna memperluas pengaruhnya dan mengatasi isu yang saat ini menjadi fokus China. Selain itu, cara China untuk memperluas pengaruhnya di Amerika Serikat dalam sektor ekonomi yaiti melalui diplomasi diaspora dengan adanya keberadaan perusahaan Amerika Serikat dengan kepemilikan warga China.

Hubungan bilateral dalam sektor perdagangan yang dijalin China dan Amerika Serikat dimulai pada masa kepemimpinan Deng Xiaoping. Meskipun belum terlalu intens, tetapi hal ini merupakan perwujudan dari reformasi perekonomian China dengan melakukan pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan internasional dan investasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Salah satu hal yang dilakukan China dalam mendukung laju pertumbuhan ekonominya yaitu melalui industrialisasi dengan memberikan izin pada pembukaan perusahaan swasta dan membentuk kawasan pasar bebas. Dengan industrialisasi diharapkan mampu menarik perhatian investor asing untuk menanamkan modalnya di China.

Selain itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken juga melakukan negosiasi melalui telepon untuk membahas terkait hubungan bilateral kedua negara tersebut terkait kebijakan Amerika Serikat tentang pembatasan ekspor dan investasi China.

Hal tersebut dianggap menjadi pelanggaran bagi China atas kesepakatan perdangangan bebas sehingga diperlukan evaluasi karena mengganggu kepentingan China. Mayoritas impor Amerika Serikat dari China adalah produk-produk seperti komputer, telepon genggam, peralatan rumah tangga, dan sepatu.  Sedangkan impor China dari Amerika Serikat di dominasi oleh produk-produk otomotif dan transportasi, yaitu pesawat komersial dan mobil.

Perwujudan hubungan bilateral dalam sektor ekonomi China dan Amerika Serikat terlaksana pada 1 Januari 1979. Dengan adanya hubungan bilateral yang dijalin China dan Amerika Serikat, tentu saja hal ini memberikan beberapa keuntungan kepada China dalam mewujudkan kepentingannya dengan menunjukkan eksistensinya dalam perekonomian global.

Keuntungan yang di dapat China yaitu meningkatnya perdagangan, pastisipasi damai dalam keseimbangan regional dan global serta mencegah ancaman agresi Uni Soviet. Selain itu, saat China melalakukan reformasi perekonomian dengan meliberalisasikan sektor keuangan hal ini menimbukan ketergantungan China kepada Amerika Serikat yang saat itu sudah lebih dulu menggunakan sistem ekonomi liberal.

Dengan demikian, sistem liberalisme pada sektor perekonomian China, tentu saja hal ini membuka peluang kepada investor asing untuk menanamkan modalnya di China. Salah satu peluang yang dilirik untuk memajukan sektor perekonomian ialah melalui industrialisasi.

Industrialisasi di China semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi China. Sedangkan, Amerika Serikat merupakan negara yang telah lebih dulu melakukan liberalisasi ekonomi dengan berinvestasi di dalam maupun luar negeri pada berbagai sektor, misalnya perusahaan industry.

*Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+