Demo Mahasiswa Kaltim Diwarnai Puluhan Pelajar, Meski Massa Tak Sebanyak Sebelumnya

Aksi demo mahasiswa kaltim diwarnai kehadiran para pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas/kejuruan ternama di kota Samarinda.
Caption: Aksi demo mahasiswa kaltim diwarnai kehadiran para pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas/kejuruan ternama di kota Samarinda.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Kaltim Bergerak (Makara) berlanjut. Aksi kali ini diwarnai kehadiran para pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas/kejuruan ternama di kota Samarinda, pada Senin (26/8/2024) sore, di depan Kantor DPRD Kaltim.

Dari amatan awak media, jumlah massa aksi mahasiswa masih terhitung ratusan, berasal dari berbagai universitas negeri dan swasta. Walau jumlah massa tak sebanyak aksi sebelumnya.

Selain itu, pagar kantor wakil rakyat juga terpasang spanduk-spanduk beragam tuntutan, seperti Regulasi Ngawur Pengaman Dinasti, Polisi adalah Maut, Merdeka dari Setan-setan Tanah, dan sebagainya.

Wawan, salah satu pegiat Aksi Kamisan Kaltim, menanggapi penurunan jumlah massa aksi bukan tanpa sebab. Menurutnya respons aparat kepolisian pada aksi demo sebelumnya ada adalah salah satunya.

“Memang hari ini ada penurunan massa aksi, tetapi lihat pelajar juga terlibat,” kata Wawan, saat diwawancarai di tengah-tengah massa aksi.

Wawan juga menjelaskan, tak bisa dipungkiri situasi politik Indonesia sedang carut marut. Rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) terang-terangan hendak membangun dinasti.

“Hari ini protes yang terjadi bukan hanya soal putusan MK (Mahkamah Konstitusi), tetapi juga dosa-dosa Jokowi, dan masalah lain seperti omnibuslaw, undang-undang masyarakat adat,” tegasnya.

Hingga pukul 17.42 WITA, ratusan massa mahasiswa dan pelajar berada di depan pagar kantor DPRD Kaltim. Tak satu pun anggota dewan terlihat ingin menemui massa aksi.

Sementara pihak polisi menyampaikan imbauan agar tidak melakukan tindakan yang merusak maupun merugikan.

“Kami menghimbau peserta aksi tidak memanjat pagar, nanti terjatuh,” ucap polisi terdengar menggunakan pengeras suara dari dalam.

Sampai pada pukul 18.02 WITA massa aksi masih belum membubarkan diri.

(HI)

 

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+