Cerita KNPI Kaltim Andre Afrizal dan Relawan Banjir Bandang di Aceh Tamiang

ADAKAH.ID – Selama 14 hari berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Andre Afrizal tak sekadar datang membawa bantuan.

‎Ia hadir dengan komitmen, menyusuri desa-desa, mendengar langsung keluhan warga, dan memastikan solusi nyata hadir di tengah keterbatasan.

‎Salah satu kebutuhan paling mendesak yang ditemui di lapangan adalah akses terhadap air bersih. Di sejumlah desa, warga masih harus bergantung pada sumber air yang keruh dan tidak layak konsumsi. Kondisi itu mendorong Andre bersama tim relawan untuk memasang sistem filter air bersih di enam desa.

‎Bagi warga, kehadiran filter air ini bukan sekadar fasilitas, tetapi harapan baru. Air yang sebelumnya berwarna dan berbau, kini berubah menjadi lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga konsumsi.

‎“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika akses ini terganggu, yang terdampak bukan hanya kesehatan, tapi juga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi yang bisa langsung dirasakan,” ujar Andre di sela kegiatan.

‎Selama dua pekan, Andre dan tim juga terlibat langsung dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, pendampingan warga, serta koordinasi dengan tokoh setempat.

‎Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan bukan hanya bersifat sementara, tetapi diharapkan mampu memberi dampak berkelanjutan.

‎Langkah pemasangan filter air ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata yang menegaskan bantuan kemanusiaan bukan hanya soal distribusi logistik, tetapi juga tentang memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakat terpenuhi.

‎Di Aceh Tamiang, air bersih kini tak lagi sekadar harapan. Bagi enam desa yang telah menerima fasilitas tersebut, itu adalah simbol bahwa mereka tidak sendirian, dan ada tangan-tangan yang hadir untuk membantu memulihkan kehidupan. (*)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+