Lompat ke konten utama

Buah Militansi Aliansi Buruh, UMK Bekasi Tertinggi di Indonesia

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Upah Mininum Kota (UMK) Kota Bekasi tahun 2024 akan naik sebesar 14,02 persen.

Angka tersebut merupakan hasil keputusan sidang pleno Dewan Pengupahan Kota Bekasi, di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Kamis (23/11/2023) kemarin.

Jika naik menjadi 14,02 persen, maka besaran UMK yang akan diterima pekerja berkisar di angka Rp5.881.434 pada tahun depan.

Sementara di tahun 2023 besaran UMK Kota Bekasi sebesar Rp5.158.248.
Angka kenaikan tersebut terbilang tinggi seluruh Tanah Air, yang rata – rata hanya 5 Persen seperti di Kaltim.

Perjuangan tersebut bukan lah hadiah dari pemerintah dan pengusaha. Melainkan hasil dari militansi kaum buruh Bekasi.

 

Mematangkan Teknis Aksi di Lapangan

Adakah.id secara singkat mengulas bagaimana para buruh atau pejuang keluarga ini keluar dari zona nyaman pabrik di Kabupaten Bekasi untuk menutut upah 15 persen.

Melalui sambungan telepon, adakah.id melakukan wawancara kepada salah satu pimpinan massa aksi Aliansi Buruh Bekasi hari Jum’at (24/11/2023).

Dia adalah Bung Cecep Saripudin, Pimpinan Gabungan Serikat Perjuangan Buruh (GSPB) Jawa Barat.

Cecep mengatakan, aksi – aksi demonstrasi yang membuat pemerintah akhirnya mendengar suara dari buruh itu dimotori Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM).

“Aksi yang kami lakukan itu dengan memblokir jalan. Jalur menuju pabrik kami tutup, sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dan ribuan buruh bergabung bersama memperjuangkan upah layak,” kata Sekjen Buruh Bekasi Melawan (BBM), Cecep Saripudin.

Bermodalkan alat komunikasi diawal, Aliansi Buruh berhasil mengkonsolidasikan pimpinan Serikat Buruh dan Federasi Pekerja.
Setelah berdiskusi, akhirnya struktur aksi pun terbentuk.

Dari masing – masing Serikat dan Federasi, ditunjuk lah nara hubung untuk membangun Kordinator di masing – masing kawasan pabrik seperti kawasan EJIP, Kawasan Jababeka, Kawasan MM 2100 dan luar kawasan.

Walhasil, pengorganisiran aksi yang dilakukan sekira 500 massa buruh di lapangan kemarin berhasil mendesak kenaikan upah.

“Kawan – kawan di lapangan mulai pagi jam 06.00 sampai dengan jam 17.00 WIB terus bergerak,” imbuh salah satu anggota KPBI tersebut.

Mengawal Rekomendasi SK Bupati Menuju Gedung Sate

Konvoi 30 ribu Buruh di Menuntut Upah.

Cecep yang juga terlibat dalam Partai Buruh tersebut menambahkan, Surat Keputusan (SK) Bupati Bekasi terkait angka besaran upah 2024 itu perlu kembali dikawal. Pasalnya, kebijakan tersebut akan semakin kuat jika Gubernur Jawa Barat turut menetapkan melalui SK.

“Kami akan mengawal SK Bupati ini sampai ke Bandung. Karena tanggal 29 November besok lusa akan diteken Gubernur,” terangnya.

Lanjut dia, puluhan ribu Buruh akan menginap selama dua hari di sekitaran Gedung Sate memperjuangkan upah layak hingga menang.

“Tercatat sekarang 30 Bus sudah disiapkan menuju Bandung untuk aksi ke Kantor Pemprov Jabar,” tuturnya.

Aliansi Sebagai Wadah Penggalangan Massa Buruh

Cecep Saripudin for adakah.id

Keberhasilan menaikan besaran upah 14 persen di Bekasi bukanlah pekerjaan semalam. Namun buah dari militansi, pendidikan dan advokasi bersama Serikat dan Federasi Buruh lainnya.

Ada Dua Peran Aliansi Buruh Terbesar di Bekasi, yakni Buruh Bekasi Melawan (BBM) dan Persatuan Rakyat Bekasi (Perak).

Dua Aliansi tersebut cukup aktif menggalang persatuan dan bergerak diakar rumput terlebih di kawasan pabrik.

Sejak lama seiring berkembangnya wilayah Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat industri. Serikat Buruh juga turut berkembang pesat.

Kedua Aliansi tersebut menjadi wadah komunikasi bersama para buruh dengan berbagai macam latar belakang bendera serikat dan warna federasi.

“Konsolidasi, aksi dan pendidikan bersama sudah menjadi tradisi kawan – kawan buruh di Bekasi. Jadi tidak sulit untuk mengorganisir demonstrasi, bahkan mogok total sekalipun,” ungkap Cecep yang juga Ketua Kordinator Aliansi Multi Sektor, Perak.

Saling Menghargai antar Serikat dan Federasi Buruh, Kunci Aliansi Berumur Panjang

Cecep menerangkan, membangun Aliansi Rakyat bukanlah hal yang mudah dimana masing – masing Serikat memiliki perbedaan pandangan satu sama lain.

“Alhamdulilah buruh di Bekasi solid. Segala perbedaan kita sampingkan, Kita dahulukan kepetingan bersama terlebih dahulu,” jelasnya.

Di Bekasi kata Cecep, banyak juga serikat tidak berpartai buruh. Namun ketika bicara Aliansi, buruh di Bekasi bersatu merespon permasalahan hubungan industrial yang dialami para Buruh.

“Kesadaran membangun kekuatan solidaritas kami sadari sangat penting. Semisal 1 pabrik bermasalah di Bekasi, yang gruduk itu ya kawan – kawan aliansi,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Cecep baik moril atau mental berjuang buruh meningkat karena dilakukan secara kolektif.

“Secara internal serikat atau federasi buruh sangat sadar, kalau tidak bersatu maka akan lemah,” bebernya.

Menurut Cecep lagi, terpenting dari membangun Aliansi adalah menghilangkan eksistensi organisasi.

Setiap unsur harus benar – benar mengapresiasi kawan – kawan di dalam dan terutama saling menguatkan.

“Ide dan gagasan setiap unsur di Aliansi mesti dihargai. Karena kalau enggak ada kesadaran itu, Aliansi bisa pecah,” pungkas Cecep mengakhiri  (Joy)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+