Afif Rayhan Dorong Generasi Muda Melek Keamanan Digital

Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun tentang Human Security dan pentingnya keamanan digital.
Caption: Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun tentang Human Security dan pentingnya keamanan digital.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun kembali gelar sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD). Kali ini Afif mengajak generasi muda berbincang tentang Human Security, di Klinik Kopi, Jalan Juanda VI, Samarinda, pada Selasa (29/4). Ia menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman literasi digital dan keamanan masyarakat di era informasi.

“Human Security ini adalah bagian dari pertahanan negara yang fokus pada perlindungan masyarakat, bukan hanya urusan wilayah atau kedaulatan,” tegas Afif sapaannya.

Afif menjelaskan bahwa di tengah pesatnya arus informasi digital, masyarakat—terutama generasi muda—harus memahami berbagai aspek keamanan. Tak hanya keamanan siber, namun juga keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, hingga politik.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tapi juga potensi ancaman baru yang menyasar kesejahteraan individu dan komunitas.

“Kalau dulu keamanan identik dengan militer atau perbatasan, sekarang kita harus melihat bahwa keamanan juga soal bagaimana masyarakat bisa hidup tanpa rasa takut di ruang digital,” lanjut politisi muda ini.

Dalam kegiatan ini, Afif menghadirkan Oktavianus, seorang praktisi media sekaligus pemerhati isu digital, untuk memberikan wawasan lebih dalam terkait ancaman keamanan siber yang kini marak menyerang generasi muda.

Oktavianus menyoroti banyaknya modus kejahatan digital seperti phishing, penipuan daring, hingga pencurian data pribadi yang menyasar pengguna internet usia muda. Ia menilai, edukasi tentang keamanan digital adalah kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya aktivitas daring anak muda.

“Keamanan siber saat ini sangat berkaitan erat dengan kehidupan Gen Z. Mereka tumbuh di dunia digital, namun belum tentu memiliki pemahaman cukup untuk melindungi diri mereka sendiri dari kejahatan digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Oktavianus mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam mengelola informasi dan lebih bijak dalam membagikan data pribadi. “Sangat penting untuk memahami bahwa setiap klik dan setiap informasi yang kita berikan bisa berdampak besar. Literasi digital adalah perlindungan pertama kita,” tambahnya.

Setali tiga uang, Andi Afif berharap generasi muda di Samarinda dapat menjadi pelopor ruang digital yang aman dan bertanggung jawab. “Edukasi seperti ini penting agar kita tidak jadi korban, tapi justru jadi agen perubahan yang menciptakan ruang digital yang sehat dan terlindungi,” tutupnya.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+