Cerita Bahagia Mahasiswa KKN Unmul 48 di Desa Seniung Jaya Paser

Kegiatan Seminar Rakyat bertema Seniung Jaya Menjemput Desa Wisata, pada minggu kelima Mahasiswa KKN 48 UNMUL Paser 34
Caption: Kegiatan Seminar Rakyat bertema Seniung Jaya Menjemput Desa Wisata, pada minggu kelima Mahasiswa KKN 48 UNMUL Paser 34(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) angkatan 48 kelompok 34 sukses menjalankan program akademik lapangan selama 58 hari (28 Juni – 18 Agustus) di Desa Seniung Jaya, Kecamatan Paser Balengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

Desa yang berjarak kurang lebih 200 kilometer  dari ibukota provinsi Kaltim, Samarinda, sedangkan 24 kilometer dari kabupaten Paser Tana Grogot tidak mengurungkan semangat pengabdian 11 (sebelas) mahasiswa KKN dari beragam Fakultas se Unmul.

Yopin Pratama, ketua Tim KKN tersebut mengatakan, saat berada di Desa Seniung Jaya merasa terkesan dengan potensi-potensi yang dimiliki. Terlebih, dari penggalian informasi bersama rekan-rekannya, Seniung Jaya disebut akan menjadi desa Agrowisata.

Dalam mendukung upaya masyarakat itu, tim KKN merumuskan kegiatan bernama Seminar Rakyat, tujuannya memfasilitasi dialog antara warga dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Paser.

“Itu program unggulan kami. Ada program utama lainnya, salah satunya pengaktifan media sosial desa. Kan desa Seniung Jaya sedang ancang-ancang jadi desa wisata, sementara media sosialnya tidak ada,” ujar Yopin kepada Adakah.id beberapa waktu lalu.

Kegiatan pelatihan aktivasi media sosial sebagai media promosi desa Seniung Jaya
Kegiatan pelatihan aktivasi media sosial sebagai media promosi desa Seniung Jaya

Yopin mengatakan masyarakat di desa tersebut sangat beragam dan saling berdampingan, sebaran sukunya antara lain Ende, Jawa, Batak, Lombok, Bugis, dan Paser hidup saling berdampingan.
Namun potensi untuk memperkenalkan desa belum diolah maksimal.

Menurutnya, dengan adanya media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Youtube, Desa Seniung Jaya dapat dikenal publik.

“Ya jadi kami juga sekaligus melakukan penyuluhan terkait pengelolaan media sosial yang bertujuan memperkenalkan profil desa,” imbuh Opin sapaan karibnya.

Agrowisata kata Opin menilai, Desa Seniung Jaya sangat memiliki potensi. Mulai dari hasil kebun buah Kelengkeng, pertanian Sayur-mayur baik tradisional maupun Hidroponik dan tak ketinggalan ternak Ikan Lele.

Disinggung mengenai kesan dan pengalaman apa yang didapati selama menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Desa Seniung Jaya, secara pribadi Opin mengakui mahasiswa mungkin mengerti teori, namun pada praktiknya jelas tidak mudah.

“Mahasiswa kan biasanya tidak pernah turun langsung ke lapangan melihat situasi dan kondisi di desa bahkan ikut turun bekerja itu jarang. Jadi kita banyak belajar dari warga bagaimana cara menanam sayur, memupuk, dan sebagainya,” ungkap Opin.

Menari bersama Warga Seniung Jaya

Dalam merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia Tim KKN angkatan 48, kelompok 34 Paser menggelar rangkaian kegiatan perpisahan bersama warga desa Seniung Jaya. Malam puncak pelepasan bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia (HUT RI) ke 77 tahun 2022.

Pada kesempatan itu, warga mengajak Tim KKN menari dari pulau Flores yakni tari Gawi suku Ende Lio. Suansa hati terasa haru saat perpisahan, dengan menari bersama di momentum kemerdekaan menjadi hangat sekaligus bernuansa persatuan dalam kebhinekaan.

Warga dan Mahasiswa KKN menarikan Tari Gawi bersama di malam perpisahan dan HUT RI Ke 77
Warga dan Mahasiswa KKN menarikan Tari Gawi bersama di malam perpisahan dan HUT RI Ke 77

Seperti halnya Tari Gawi itu sendiri, semua golongan tanpa memandang usia mulai dari anak-anak, dewasa, perempuan, laki-laki, pejabat, dan masyarakat pada umumnya berasal dari Pulau Flores, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatu dalam irama dan gerakan.

Saling berpegangan tangan, merupakan ciri khas dari tarian tersebut. Menandakan bagaimana masyarakat Ende menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Setali tiga uang, erat kaitannya pula dengan HUT RI ke-77 kali ini, Tari Gawi memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang maha kuasa atas kemenangan dalam peperangan.

Ketua panitia, Yogi Sofian berharap agar generasi muda Desa Seniung Jaya dapat meningkatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang merupakan aktualisasi dari tarian khas Ende Lio yakni tari Gawi.

“Ucapan Terima Kasih juga kami sampaikan kepada rekan – rekan KKN UNMUL 48 karna telah menyelesaikan program pengabdianya di Seniung Jaya. Tentunya kami mengapresiasi, sekali lagi kami ucapkan terima kasih” ucap Yogi.

Selain menarikan Gawi, malam puncak tersebut menampilkan persembahan lain seperti pembacaan puisi, tari Deng-Deng, karoke,dan juga penyerahan hadiah berbagai lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Dalam kesempatannya, Opin mewakili Tim KKN angkatan 48 Unmul, kelompok 34 Paser, menyampaikan rasa syukur telah diterima dengan sangat baik. Terlebih kepada jajaran desa yang telah memberi kesempatan untuk mensukseskan pengabdian tersebut.

“Mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat perkataan yang meyinggung ataupun kesalahan dalam proses KKN kami,” tuturnya.

“Saya berharap agar Dsa Seniung Jaya terus berbenah dan masyarakatnya sejahtera, mandiri. Pemerintah Kabupaten Paser harus ke Seniung Jaya melihat langsung bagaimana kondisi Jalan yang begitu rusak terlebih jika di musim hujan dapat membahayakan keselamatan warga itu sendiri,” pungkasnya. (*/Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+