Pasca Jembatan Nibung Samarinda Dibongkar, Warga Swadaya Buka Penyebrangan Perahu Karet

Caption: Pasca Jembatan Gang Nibung dibongkar, Warga swadaya membuka penyebrangan menggunakan perahu karet (Adakah.id) (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pasca Jembatan Gang Nibung Samarinda dirobohkan, warga yang tinggal di sempadan Sungai Karang Mumug (SKM) itu, membuka penyebrangan menggunakan perahu karet.

Hal tersebut merupakan inisiatif warga dalam mempermudah aktivitas dari rumah ke pasar tradisional Segiri Samarinda. Pasalnya, sehari – hari warga bergantung pada Jembatan Gang Nibung karena menyingkat jarak.

Sebelumnya, Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda melakukan pembongkaran Jembatan Gang Nibung, lantaran dianggap menggaggu proses normalisasi SKM.

Namun demikian, Pemkot Samarinda menyatakan akan membangunkan warga jembatan yang baru, menggantikan jembatan kayu yang usianya lebih setengah abad.

“Jembatan pengganti akan jauh lebih bagus. Anggaran dan pemenang lelangnya sudah ada,” ujar Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memastikan pembongkaran Jembatan Gang Nibung. Rabu (18/2/55).

Sehari selang dibongkar, beredar di sosial media video warga sempadan SKM milir-mudik menggunakan perahu karet jenis Resqur Fiber.

Dengan tali tambang plastik ukuran 10 milimeter dibentangkan sepanjang 70 meter, sebagai penuntun saat menyebrangi sungai.

Di lokasi penyebrangan perahu karet, pria bernama Udin, warga yang tinggal di Gang Nibung RT 27 Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, mengakui naik perahu karena ingin ke pasar.

“Hari-hari saya sering jalan kaki memang, menuju ke pasar Segiri untuk bekerja di pasar,” ungkap Udin kepada Adakah.id, Kamis (19/5/2022).

Sementara itu, Mulyono, Ketua RT 27, tak menampik bahwa Jembatan Gang Nibung memang mempermudah akses warga, terutama dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan.

“Kami telah menimbang bersama warga, baik perasaan warga maupun secara ekonomi sudah kami tahu, jadi memang warga lebih mudah saat belanja memenuhi kebutuhan sehari – hari lewat sini (Jembatan Gang Nibung),” kata Mulyono saat ditemui di lokasi penyebarangan, Kamis (19/5/22).

Mulyono menerangkan, pertama, bahwa beberapa warga ada yang tidak memiliki kendaraan roda dua. Kedua, memakan waktu apabila harus melalui Jalan Hasan Basri, jarak cukup jauh.

Dengan demikian, Mulyono bersama warga menggagas penyebrangan menggunakan perahu karet dan tali sebagai penuntun untuk mengakomodir warga yang ingin ke pasar. Mulyono menyebut aksi ini adalah sukarela.

“Kalau ada yang memberi, paling untuk ongkos beli minum, untuk yang membantu menyebrangkan,” sambungnya.

Saat dikonfirmasi terkait rencana Pemkot Samarinda akan membangun jembatan baru, Mulyono mengaku belum secara jelas mendapat informasi tersebut.

“Saya sendiri belum menerima informasi pembangunan jembatan yang baru itu secara valid, dari tendernya juga belum ada, tapi dari kecamatan memang ada bicara itu,” ungkap Mulyono.

Warga menginginkan, lanjut Mulyono, saat Wali Kota meninjau pembongkaran jembaran, Rabu lalu, memberikan kepastian berupa perjanjian tertulis supaya seluruh warga mengetahui rencana tersebut lebih jelas.

Sebagai informasi, pembongkaran Jembatan Gang Nibung merupakan rangkaian normalisasi SKM segmen Ruhui Rahayu. Dari 98 bangunan yang masuk dalam wilayah normalisasi SKM segmen itu. Ada 9 bangunan di lingkungan RT 31 Kecamatan Sungai Pinang, yang akan dibongkar.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+