Adakah.id, SAMARINDA – Antusias masyarakat belanja takjil di pasar Ramadan, Gor Segiri Samarinda begitu besar, di tengah pandemi Covid-19 yang masih membayangi.
Sebanyak lebih kurang 5ribu orang datang berkunjung memadati area pasar Ramadan, disaat yang sama lokasi parkir kendaraan jadi tak beratur. Memicu juru parkir ilegal manfaatkan peluang.
Sekretaris Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) kota Samarinda, Muslimin tak menampik bahwa di hari pertama terjadi lonjakan pengunjung pasar Ramadan. Untuk itu, pihaknya sedang menyiapkan teknis yang lebih terkendali.
Muslimin mengaku telah berkoordinasi dengan OPD terkait maupun pihak Polresta Samarinda untuk terlibat mengurai kerumunan, serta membantu penegakan protokol kesehatan.
“Kami berkoordinasi lintas lembaga untuk melakukan pengetatan penggunaan masker kepada pengunjung,” kata Muslimin saat ditemui awak media di Pasar Ramadan, Senin (4/4/2022).
Tidak hanya pengetatan penggunaan masker, Muslimin juga telah berkoordinasi dengan Dishub Samarinda untuk menindak dan mengawasi praktik juru parkir liar di sekitar area pasar ramadan.
“Jadi hari ini enggak ada lagi parkir motor di pinggir jalan. Semua di dalam. Penerapan parkir non tunai sudah kita jalankan juga,” imbuhnya.
Untuk mencegah terjadinya lonjakan pengunjung pasar Ramadan, Disporapar akan berlakukan sistem buka tutup pintu masuk pasar jika dilihat kapasitas sudah mencapai batas maksimum.
“Kami juga membatasi pengunjung pasar dengan membuat barikade, supaya peserta yang masuk tidak saling berselisihan, jadi ada pintu masuk dan pintu keluar,” terang Muslimin.
Muslimin berharap di setiap harinya pelaksanaan dapat berjalan kondusif, aman dan nyaman.
“Jalanan ini sudah kami sterilkan. Yang kemarin penuh dengan pungli ini sudah habis. Semoga berjalan baik kedepannya,” pungkasnya. (Adv)
