Instagram, SAMARINDA – Pemindahan IKN Nusantara dari Jakarta ke Kaltim membawa peluang baru dengan pemerataan pembangunan. Demikian dikatakan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Lebih lanjut diterangkan Muhidin, ragam peluang tersebut dimulai dari lingkungan kerja yang semakin luas, sosial dan budaya. Bahkan dari sektor ini bisa berkembang ke lainnya atau multiplier effect.
“Selama ini pembangunan di luar pulau Jawa tertinggal.
Pemindahan IKN tersebut, akan membawa banyak manfaat,” tuturnya pada Selasa (2/2/2022).
Muhidin sangat yakin, kehadiran IKN Nusantara di Kaltim kelak dapat mempercepat terjadinya pembangunan di tiap daerah, utamanya pada wilayah penyangga IKN, seperti kota Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Kukar.
Setali tiga uang, pembangunan tidak lagi hanya terpusat di pulau Jawa atau berkarakter jawasentris.
“Pembangunan harus dipercepat. Jangan sampai ditunda atau digantung, karena ini akan mengecewakan masyarakat Kaltim,” unkapnya.
Untuk itu, Muhidin mengajak tiap elemen di Kaltim untuk bahu membahu membantu dan mengawal proses pemindahan IKN dengan menjaga kondusifitas di daerah.
Saat disinggung terkait elemen masyarakat yang tidak setuju dengan proyek nasional tersebut, Muhidin tidak ambil pusing. Hal itu disebutnya peristiwa yang wajar saja.
“Bisa diibaratkan bahwa IKN ini bagaikan sebuah rezeki yang sudah di depan mata. Jangan sampai lepas dari tangan masyarakat Kaltim,” terangnya.
Segera setelah IKN ditetapkan, Muhidin membeberkan pihaknya secara rutin lakukan koordinasi dengan para anggotanya yang tersebar di 18 kecamatan se-Kukar.
Sengaja dilakukan untuk menghalau potensi konflik yang terjadi, sehinggar Kukar tetap menjadi daerah yang kondusif.
“Kukar relatif kondusif, bisa dikatakan termasuk rendah tingkat kriminalitasnya, meskipun latar belakang warga masyarakatnya beragam etnis, agama dan budayanya,” tuturnya. (Sam)
