ADAKAH.ID, SAMARINDA – Maraknya kasus pencurian kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) dan sejumlah fasilitas infrastruktur di Kota Samarinda mulai menimbulkan keresahan masyarakat.
Selain membuat beberapa ruas jalan menjadi gelap pada malam hari, aksi pencurian tersebut juga dinilai mengganggu keselamatan dan kenyamanan warga saat beraktivitas.
Menanggapi hal itu, ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera memperkuat pengawasan terhadap aset publik agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurutnya, fasilitas umum seperti kabel PJU, penutup drainase, hingga baut konstruksi jembatan belakangan kerap menjadi sasaran pencurian.
Dampaknya, sejumlah titik di kota mengalami gangguan penerangan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun tindak kriminalitas.
“Ketika fasilitas publik rusak atau hilang akibat pencurian, masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Jalan menjadi gelap dan rasa aman masyarakat ikut berkurang,” Ungkap Deni. Jum’at (22/5/2026).
Lebih lanjut, Deni menjelaskan berdasarkan kondisi di lapangan, beberapa ruas jalan utama dan titik strategis di Samarinda kini mengalami penurunan kualitas penerangan akibat hilangnya kabel instalasi lampu jalan.
Situasi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berkaitan langsung dengan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Salah satu usulan yang disampaikan yakni melakukan inspeksi rutin terhadap fasilitas publik minimal satu kali dalam sebulan guna mendeteksi kerusakan maupun kehilangan infrastruktur lebih dini.
“Pengawasan rutin penting dilakukan supaya kerusakan atau kehilangan fasilitas bisa cepat diketahui dan segera ditindaklanjuti,” Jelas Deni.
Selain itu, Deni juga menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga aset publik. Dinas Perhubungan diminta meningkatkan pemantauan lapangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memperkuat pengawasan konstruksi, sementara Satpol PP diharapkan lebih aktif dalam pengawasan dan penegakan aturan.
“Kalau pengamanan tidak diperkuat, anggaran hanya akan terus habis untuk memperbaiki fasilitas yang rusak atau hilang. Tentu ini tidak efektif untuk pembangunan jangka panjang,” tegasnya.
Untuk itu, politisi dari partai Gerindra tersebut menegaskan pihaknya akan terus mengawal kebijakan pengelolaan infrastruktur kota agar fasilitas publik dapat terjaga dengan baik.
“Harapannya Samarinda bisa menjadi kota yang terang, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” Tutup Deni. (ADV)
