ADAKAH.ID, SAMARINDA – Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) Provinsi Kalimantan Timur tengah mematangkan persiapan akhir menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) IV.
Agenda besar lima tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Hotel Mercure, Samarinda.
Ketua Panitia Pelaksana Musda IV PERKINDO Kaltim, Galfi mengonfirmasi seluruh tahapan persiapan teknis telah rampung. Ia menyebut gelaran ini akan menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh pelaku jasa konsultansi di Benua Etam. Hal ini lantaran Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud disebut hadir untuk memberikan sambutan acara Musda.
“Persiapan sudah matang, tinggal pelaksanaannya saja. Kami telah menyebar undangan ke seluruh asosiasi profesi se-Kaltim, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga unsur akademisi dari program studi teknik sipil berbagai universitas,” ucap Galfi kepada awak media hari Sabtu (9/5/2026).
Musda IV ini mengusung tema “Meneguhkan Peran, Kredibilitas, dan Integritas Konsultan Indonesia dalam Mewujudkan Profesionalisme bagi Pembangunan Kaltim”.
Acara direncanakan dibuka dengan kesenian daerah dan dihadiri langsung perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PERKINDO, Budi Yunus Nugroho.
Agenda utama Musda meliputi rapat pleno evaluasi, pemilihan ketua baru periode 2026-2031, hingga prosesi pelantikan pengurus.
Di sisi lain, Ketua DPD PERKINDO Kaltim periode 2020-2026, Muhamad Anwar memaparkan dinamika organisasi selama satu periode terakhir.
“Kami memulai periode ini dengan semangat bersama untuk menggerakkan roda organisasi tetap berjalan lancar untuk membantu anggota di 10 kabupaten/kota,” ungkap Anwar.
Saat ini, PERKINDO Kaltim menaungi sekitar 60 badan usaha aktif. Anwar mengakui jumlah anggota sempat tergerus akibat dinamika aturan yang sangat cepat serta perpindahan ke asosiasi lain.
Salah satu fokus utamanya adalah mendorong kembali 170 badan usaha agar bisa aktif melalui pendampingan sertifikasi yang lebih profesional.
Dorong Ekspansi dan Sinkronisasi Aturan
Menatap masa depan, Anwar menekankan pentingnya bagi pengurus baru untuk lebih adaptif terhadap regulasi terbaru dari pusat, seperti Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) jasa konsultan kontruksi dan perizinan badan usaha. Ia juga melihat peluang besar bagi konsultan lokal untuk merambah sektor non-konstruksi.
“Potensi di Kaltim sangat luas, termasuk di sektor kelapa sawit dan batu bara. Aturan main dan aplikasinya sudah disiapkan pusat, tinggal bagaimana kepengurusan baru nanti mengawal anggotanya agar siap bersaing,” tambahnya.
Ia berharap kepengurusan PERKINDO Kaltim mendatang dapat membangun komunikasi yang lebih solid dan meningkatkan integritas anggota. Selain itu, Anwar menyoroti perlunya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pusat agar pelaku jasa konsultansi di daerah tidak tertinggal informasi strategis.
“Harapan kami, PERKINDO tetap menjadi wadah yang profesional dan kompak. Dengan integritas serta kejujuran yang kuat. Menjadi konsultan Kaltim sebagai pilar utama dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur daerah,” pungkasnya. (@/J)
