ADAKAH.ID, SAMARINDA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian sektor peternakan di Benua Etam. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap pasokan daging sapi dari luar daerah.
“Selama ini kita masih tergantung pada pasokan dari luar. Ke depan, kita perlu mencari jalan agar bisa mandiri dalam penyediaan daging sapi,” ujar Hasanuddin, Senin (21/7/2025).
Ia menilai Kaltim memiliki potensi besar untuk mengembangkan peternakan mandiri, termasuk pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pakan alternatif ternak.
“Limbah sawit punya manfaat besar, bisa dijadikan bahan pakan ternak. Ini solusi yang bisa kita kembangkan agar peternakan tidak perlu bergantung pakan konvensional,” lanjut politisi Partai Golkar tersebut. Penggunaan limbah sawit diyakini dapat menekan biaya produksi sekaligus memberi nilai tambah bagi petani sawit lokal.
Hasanuddin optimistis, dengan strategi ini dan dukungan kebijakan pemerintah, Kaltim berpeluang memenuhi kebutuhan daging sapi secara mandiri sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Data Pemprov Kaltim menunjukkan provinsi ini masih sangat bergantung pada pasokan sapi potong. Dari total kebutuhan tahunan 75 ribu–80 ribu ekor sapi, hanya sekitar 30 persen yang dipenuhi peternak lokal. Artinya, sekitar 70 persen kebutuhan daging sapi masih didatangkan dari luar daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, dan Jawa.
Sebagai gambaran, beberapa waktu lalu sebanyak 497 ekor sapi potong asal NTT tiba di Pelabuhan Samarinda menggunakan kapal ternak KM Camara Nusantara 2 dari Pelabuhan Tenau dan Wini, NTT. Kehadiran sapi ini sangat membantu menjaga stabilitas pasokan daging sapi di Kaltim, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Hasanuddin menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendorong kemandirian sektor peternakan dan menjaga ketahanan pangan di Kaltim.
(adv/dprdkaltim/o)
