ADAKAH.ID, SAMARINDA – Potensi kopi lokal Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mendapat perhatian serius dari legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menilai komoditas ini memiliki peluang besar untuk bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional.
Menurut Husni, sejumlah daerah di Kaltim menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas. Salah satunya kopi robusta dari Desa Jonggon, Kutai Kartanegara.
“Kopi dari daerah Kukar, terutama Jonggon, punya keunikan rasa yang menonjol. Ini aset penting yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).
Kopi Jonggon—dikenal juga dengan nama Kopi Jinggo atau Kopi Zilin Jonggon—telah lama menjadi favorit di beberapa kalangan pegiat kopi. Karakter rasanya yang berbeda membuat produk ini dinilai memiliki potensi untuk menjadi ikon baru kopi Kalimantan Timur. Husni menambahkan, faktor geografis dan iklim turut memberikan ciri khas yang membedakan kopi Kaltim dari daerah lain.
Namun, ia menegaskan bahwa potensi saja tidak cukup. Perlu ada sinergi antara petani dan pemerintah daerah untuk memperkuat produksi.
“Dengan dukungan yang tepat, kita bisa menciptakan kopi lokal yang berdaya saing, seperti kopi Kintamani dari Bali,” jelasnya.
Husni juga menyampaikan harapan agar kopi dari Jonggon hingga Tenggarong Seberang dapat lebih dikenal secara luas. “Bukan hal yang mustahil kalau kopi Kaltim nantinya bisa bersaing dengan kopi Makassar atau Manado yang sudah lebih dulu populer,” pungkasnya.
DPRD optimistis kopi lokal Kaltim bukan hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian daerah.
(adv/dprdkaltim/o)
