ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Desa Sebulu Modern terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama dalam rencana kerja 2024–2025. Akses jalan yang layak dinilai menjadi penentu utama mobilitas warga, khususnya petani dan pedagang yang menggantungkan hidup pada kelancaran distribusi hasil pertanian.
Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengatakan masih banyak ruas jalan rusak yang menyulitkan aktivitas masyarakat. Jalur penghubung utama antara kawasan M. Yusuf dan Bloroh menjadi perhatian khusus karena kondisinya yang rusak berat. “Kami sudah usulkan sejak 2020, tapi sampai sekarang belum ada realisasi dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujarnya, Rabu (7/5/2025).
Menurut Joemadin, jalan sepanjang enam kilometer itu sangat vital bagi perputaran ekonomi desa. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan pembangunan gedung serbaguna dan fasilitas olahraga sejak 2023, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.
“Dari tiga usulan yang kami ajukan, baru satu yang disetujui, yaitu pembangunan jembatan di Dusun Antai dengan anggaran Rp500 juta. Kami berharap dua lainnya bisa menyusul,” ungkapnya.
Pemerintah desa akan terus mengawal realisasi usulan melalui forum Musrenbangdes dan Musrenbang Kecamatan. Dengan partisipasi aktif masyarakat, Joemadin yakin pembangunan bisa diarahkan sesuai kebutuhan riil warga.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya formalitas, tapi betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegasnya.
(adv/diskominfokukar/o)
