Ribuan Warga Padati Takjil War di Tenggarong, Rendi Harap Jadi Tradisi Tahunan

Ribuan Warga Padati Takjil War di Tenggarong, Rendi Harap Jadi Tradisi Tahunan. (ist)
Caption: Ribuan Warga Padati Takjil War di Tenggarong, Rendi Harap Jadi Tradisi Tahunan. (ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Ribuan warga memadati kawasan Simpang Tiga Gunung Pendidik, Kelurahan Sukarame, Tenggarong, untuk mengikuti acara “Takjil War” yang digelar Minggu lalu. Tidak seperti bazar Ramadan biasa, acara ini membagikan ribuan takjil gratis yang “dibayar” dengan doa.

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, membuka langsung acara ini. Ia mengatakan, konsep “bayar pakai doa” mengajarkan nilai berbagi yang lebih membumi. “Masyarakat cukup membayar dengan doa untuk menikmati takjil. Ini bukan hanya kegiatan sosial, tapi juga edukasi nilai kebersamaan,” ujarnya, Senin (17/3/2025).

Sejak pukul 15.00 WITA, suasana sudah ramai. Sebanyak 10 UMKM binaan Pemkab Kukar menyajikan beragam hidangan khas Ramadan. Hadir pula influencer Irfan Ghofur dan Kak Gem yang membagikan takjil serta berinteraksi dengan pengunjung.

Acara juga diramaikan lomba adzan dan lomba mewarnai untuk anak-anak. Rendi menyerahkan langsung piala, piagam, dan uang pembinaan bagi para pemenang. “Selain menambah keceriaan Ramadan, ini juga ajang edukasi bagi anak-anak,” ucapnya.

Setelah acara, Wabup Rendi melanjutkan ke Masjid KH. Muhammad Sadjid yang menerima penghargaan Masjid Ramah Dhuafa dan Musafir terbaik nasional versi APeRa 2024. Ia menyerahkan piagam kepada pengurus masjid.

“Semoga Takjil War bisa jadi agenda tahunan di semua kecamatan Kukar. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menebar kebaikan dan memperkuat persaudaraan,” tutup Rendi Solihin.

(adv/diskominfokukar/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+