ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pengelolaan keuangan pensiun yang efisien menjadi salah satu isu penting yang disorot Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2025. Asisten III Pemkab Kukar, Dafid Haryanto mengungkapkan, perencanaan keuangan yang matang menjadi hal krusial bagi ASN yang akan pensiun.
Dafip menekankan pentingnya memanfaatkan produk perbankan dan program jaminan pensiun dari PT Taspen Persero, agar pensiun tidak menjadi beban finansial bagi ASN. Akan hal tersebut Pemkab Kukar menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) terkait pengelolaan keuangan pensiun.
“Masa pensiun harus dipersiapkan dengan baik, tidak hanya soal berhenti bekerja, tapi juga bagaimana keuangan dikelola agar ASN tetap bisa berkontribusi pada masyarakat,” ujar Dafid kepada awak media, pada Jumat (28/2/2025).
Dafid menekankan, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, tetapi kesempatan baru untuk tetap produktif dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Oleh karenanya, persiapan yang matang, baik secara finansial maupun pengembangan diri, sangat penting,” imbuhnya.
Sementara itu, Manager BSI Area Balikpapan, Andi Asni, mengatakan BSI siap mendampingi ASN mempersiapkan keamanan finansial setelah pensiun. Selain itu, BSI akan memberikan dukungan dalam hal penyaluran dana pensiun dan modal usaha bagi yang ingin berwirausaha setelah pensiun.
Menurutnya, pembekalan keterampilan atau pengembangan diri untuk ASN yang memasuki masa pensiun masih tergolong minim. Hal tersebut bisa menjadi perhatian lebih agar masa pensiun ASN di Kukar tidak hanya aman secara finansial, tetapi juga produktif dalam kontribusi sosial.
“Kami akan menekankan pada aspek pengelolaan keuangan pensiun,” imbuhnya.
(Adv/diskominfokukar/o)
