Fasilitasi Pemuda, Desa Selerong Kini Miliki Lapangan Futsal Pelas Banua

Lapangan Futsal Pelas Benua Desa Selerong. (Foto/dok)
Caption: Lapangan Futsal Pelas Benua Desa Selerong. (Foto/dok)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah progresif menuju kemajuan olahraga dan kemandirian ekonomi, Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kukar, telah meresmikan pembukaan Lapangan Futsal Pelas Banua.

Kepala Desa Selerong, H Badrun menyatakan, hal ini tidak hanya menandai era baru bagi para pemuda desa yang bersemangat dalam sepak bola, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Lapangan Futsal Pelas Banua, yang dibangun di tengah antusiasme generasi muda yang tinggi untuk sepak bola, menawarkan solusi atas kekurangan fasilitas olahraga yang selama ini menjadi penghambat.

“Ketertarikan pemuda kami pada sepak bola, ditambah dengan prestasi Arpani, putra daerah Selerong yang menjadi pemain nasional, telah memicu kami untuk mengembangkan fasilitas ini,” ujar Badrun.

Desa Selerong, yang memiliki komunitas sepak bola yang aktif, selama ini menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dari tingkat SD hingga SMA setiap tahun.

“Kami ingin memberikan mereka lapangan yang layak. Dengan Lapangan Futsal Pelas Banua, kami berharap dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi pemain lokal untuk mengekspresikan dan mengasah bakat mereka,” tambah Badrun.

Open Turnamen Futsal yang diadakan sebelumnya telah menarik perhatian pemain liga, pemain pusam, dan profesional, menunjukkan potensi lapangan sebagai pusat olahraga yang berkualitas. “Antusiasme yang kami terima sangat menggembirakan, menegaskan bahwa kami berada di jalur yang benar,” kata Badrun.

Lebih dari sekadar arena olahraga, Lapangan Futsal Pelas Banua juga berfungsi sebagai unit usaha yang memberikan pemasukan bagi desa.

Ia menerangkan pembangunan lapangan ini merupakan bagian dari visi Pemdes Selerong untuk memperkuat fondasi olahraga dan ekonomi desa

“Ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi kreativitas dan ekspresi seni remaja kami, yang kami rayakan dengan festival tahunan setiap 15 Oktober,” jelas Badrun.

Bahrun mengungkapkan, Desa Selerong berharap dapat menginspirasi desa lain. “untuk mengikuti jejak mereka dalam menciptakan sarana olahraga yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya.

(ADV/HI)

Posyandu yang masing-masing berukuran 7×10 meter ini, diharapkan menjadi pusat kegiatan pencegahan stunting, dengan menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menegaskan bahwa pembangunan posyandu ini adalah tanggapan atas kasus stunting yang meningkat di wilayahnya.

“Kami telah dihadapkan pada satu kasus stunting yang cukup mengkhawatirkan di Samboja Barat. Kami bertekad untuk tidak membiarkan hal ini terjadi lagi. Oleh karena itu, kami mengambil langkah preventif melalui posyandu,” kata Burhanuddin.

Inisiatif ini tidak hanya terbatas pada pembangunan posyandu, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting.

“Deteksi dini sangat penting, namun pengetahuan masyarakat tentang stunting juga harus kita tingkatkan,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan keberadaan posyandu baru ini, sosialisasi dan edukasi tentang stunting dapat lebih intensif dilakukan.

“Kami berharap, dengan adanya posyandu ini, kami dapat menekan angka stunting sejak dini. Kami ingin Samboja Barat bebas dari stunting,” harap Burhanuddin.

(ADV/HI)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+