ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merenakan tahun ini akan menanam kabel listrik di dalam tanah. Selain lebih aman, konsep ini jauh lebih berestetika bagi Kota Samarinda.
Program Pemkot Samarinda ini merupakan rangkaian misi menuju pusat peradaban, selain pembenahan infrastruktur yang bagus, Pemkot Samarinda juga memperhatikan tata kelola kota yang berestetika, agar para masyarakat merasa nyaman.
Salah satu pemandangan yang acap kali kita lihat di Kota Samarinda ini adalah pemakain kabel listirk yang menjuntai dengan sistem pemakaian tiang di seluruh ruas jalan Kota Samarinda.
Selain merusak estetika Kota, pemakaian tiang listrik juga selalu mengancam bahaya. Sangat rawan terjadi kebakaran dengan konsep seperti itu.
Dalam rangka mengembangkan Kota Samarinda dengan basis smart city dalam tata kelola ruangnya, Pemkot Samarinda akan berusaha menggunakan sistem baru dalam penyaluran listrik, yaitu dengan konsep penanaman kabel di bawah tanah.
“Tahun ini kita akan mencoba konsep kabel listirk yang ditanam,” ucap Walikota Samarinda, Andi Harun pada hari Jumat 21 Juni 2024.
Nantinya, penanaman kabel ini akan di desain sedemikian rupa agar tidak bercampur dengan drainase bawah tanah.
Tantangan yang dihadapi Pemkot adalah kecepatan dari pengerajan proyek ini sendiri, mengingat cara penggalian yang konvesional sekarang dapat memakan waktu yang cukup lama dan bisa menggangu arus lalu lintas yang ada.
Belum lagi dengan fasilitas publik yang akan kena imbasnya, seperti trotoar jalan karena tiang listrik berada di kawasan itu atau jalan raya yang harus dibongkar lagi, serta alur drainase yang akan terhamabat.
Lebih lanjut, Walikota Samarinda beserta jajarannya sedang mengkaji motode yang baru. Menurut Andi Harun, metode ini jauh lebih efisien, karena hanya membutuhkan waktu 14-20 hari masa pengerjaan serta tidak merusak fasilitas publik yang ada.
Metode ini bernama penggalian Horizontal Directional Drilling (HDD), hanya membutuhkan dua lubang saja, yaitu pintu masuk dan keluarnya kabel dengan alat bantu yang bernama digitrack. Yang dimana alat ini tingkat akurasinya sangat tinggi.
Proyek ini sendiri rencananya akan dicoba pada daerah Citra Niaga dan kawasan sepanjang Jalan Abul Hasan hingga Agus Salim, Kota Samarinda. (Kal El)
