ADAKAH.ID, SAMARINDA – Perusahaan otomotif raksasa Korea Selatan, Hyundai, telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk memanfaatkan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto sebagai lokasi uji coba taksi terbang.
Transportasi modern besutan Hyundai tersebut rencananya bakal menjadi moda transportasi modern di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mohammed Ali Berawi, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), mengungkapkan bahwa Hyundai berencana menggunakan taksi terbang berkapasitas lima orang, meningkat dari uji coba sebelumnya yang hanya berkapasitas dua orang oleh perusahaan China di Bandara Curug, Tangerang.
“Inovasi ini akan membawa kita ke era baru transportasi udara,” kata Berawi.
“Dengan taksi terbang yang mampu menjangkau hingga 100 kilometer, perjalanan dari Balikpapan ke Palu bisa dilakukan tanpa transit, menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi,” katanya lagi.
Pemerintah kini tengah mengkaji aspek ekonomis dari pengoperasian transportasi modern agar tarifnya terjangkau bagi masyarakat. Diskusi dan evaluasi terus dilakukan untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya canggih, tetapi juga inklusif.
Namun, Berawi mengingatkan bahwa perjalanan menuju komersialisasi transportasi tersebut masih panjang. Teknologi ini memerlukan pengembangan lebih lanjut dan regulasi yang jelas terkait pemanfaatan ruang udara.
“Kita berada di ambang revolusi transportasi,” tutur Berawi.
“Taksi terbang bukan lagi sekadar mimpi, tetapi sudah menjadi kenyataan yang sedang kita dekati,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Boeing, melalui anak perusahaannya Wisk, juga tidak mau ketinggalan dalam perlombaan teknologi transportasi modern. Mereka tengah mengembangkan taksi terbang berbasis drone yang diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat dan efisien. (HI/*)
