ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dalam rangka memperkuat komunikasi lintas budaya yang menjadi kunci pembangunan Ibu Kota Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng Universitas Indonesia dalam sebuah acara yang mengedepankan pentingnya sinergi tersebut.
Acara PRAction yang diselenggarakan di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia pada Selasa, 21 Mei 2024, menjadi ajang pertukaran ide dan pengetahuan antara praktisi dan akademisi. Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi seperti Arius K. Onarelly, M.Si., dan Naldo, M.Si., serta mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
PRAction, yang merupakan kegiatan tahunan dari Program Studi Hubungan Masyarakat Pendidikan Vokasi UI, tahun ini mengusung tema “Cultural Dynamics: Bagaimana Keterlibatan Budaya Mempengaruhi Efektivitas Komunikasi Public Relations”.
Troy Pantouw, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik OIKN, tampil sebagai pembicara utama, mengungkapkan bahwa keberagaman budaya Nusantara harus menjadi fondasi dalam komunikasi publik.
“Keanekaragaman budaya kita adalah kekayaan yang harus dijaga dan dipromosikan, terutama dalam membangun Ibu Kota Nusantara yang inklusif,” ujar Troy.
Dalam sesi ini, Troy Pantouw tidak hanya berbicara tentang pentingnya komunikasi lintas budaya, tetapi juga memaparkan rencana pembangunan dan visi masa depan IKN Nusantara.
“Kita harus berpikir kritis dan konstruktif tentang bagaimana komunikasi dan budaya dapat mendukung proyek nasional ini,” tambahnya.
Peserta acara meliputi pelajar dan mahasiswa yang berkompetisi dalam lomba News Anchor, Poster, dan Public Service Advertisement. Acara ini juga terbuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi pelajar untuk terlibat langsung dalam diskusi.
OIKN telah mengadakan berbagai kegiatan untuk mendukung komunikasi lintas budaya, termasuk Ritual Kendi Nusantara dan Olimpiade Siswa Nusantara (OSN).
“Kegiatan-kegiatan ini merupakan upaya kami dalam menjaga kerukunan sosial dan memperkuat hubungan antarindividu serta antarbudaya,” jelas Troy. (HI/*)
