Festival Beduk Sahur Samarinda Seberang, Gugah Kreativitas dan Kebersamaan

Salah satu peserta festival beduk sahur di Samarinda Seberang. (Ist)
Caption: Salah satu peserta festival beduk sahur di Samarinda Seberang. (Ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dalam semarak Ramadan 1445 Hijriah, Pemuda Pemudi Samarinda Seberang (PISS) menghidupkan kembali tradisi beduk sahur melalui sebuah lomba yang menggugah kreativitas dan kebersamaan.

Adalah Festival Beduk Sahur, yang diadakan pada Sabtu (23/2/2024) di depan Masjid Besar Jami’ Ash Shabirin. Giat ini tidak hanya bertujuan untuk membangunkan warga sekitar tetapi juga menjadi ajang persaingan kreatif.

Festival ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus oleh zaman. Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Samarinda, kerjasama antara Polresta Samarinda,

Polsekta Samarinda Seberang, Satpol PP, Bhaninkamtibmas, Relawan Gabungan Samarinda Seberang, dan tim medis dari Puskesmas Baqa, festival berjalan lancar meskipun diwarnai kemacetan akibat antusiasme penonton.

Ketua Umum PISS, Rizki Maulana, mengungkapkan bahwa festival beduk sahur tahun ini diikuti oleh 30 grup peserta dengan dua piala bergilir yang diperebutkan.

“Satu untuk juara umum se-Kota Samarinda dan satu lagi untuk pemenang terheboh dari Samarinda Seberang,” jelas Rizki.

Empat kriteria penilaian yang ditetapkan meliputi dekorasi, kreativitas pukulan dan keselarasan suara, kostum, serta kerapian dan kekompakan barisan.

Ketua Panitia Festival, Andiannur, menambahkan bahwa persiapan acara telah dimulai sebulan sebelum Ramadan, meskipun ada kendala lalu lintas yang dihadapi.

Uniknya, tahun ini hadiah tidak hanya berupa materi tetapi juga piala bergilir untuk juara umum, sebagai insentif bagi peserta untuk terus berpartisipasi setiap tahun.

“Kami ingin tradisi ini terus berkembang dan semakin meriah,” tutup Andiannur.

PISS dan warga Samarinda Seberang menunjukkan bahwa tradisi beduk sahur masih relevan dan menjadi sarana untuk memperkuat komunitas serta merayakan kreativitas dalam bulan yang penuh berkah ini.

Ditambahkan Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, menyatakan antusiasme dan dukungan dari warga setempat serta peserta dari seluruh Kota Samarinda yang turut memeriahkan festival ini.

“Kegiatan ini sangat positif, karena bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan kreativitas yang bersumber dari nilai-nilai Islam,” ujar Aditya. (HI)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+