Adakah.id, Samarinda – UPTD Museum Mulawarman menggelar seminar permuseuman pada 24 November 2023. Seminar ini dihadiri oleh Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan, dan berbagai pihak terkait.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas museum dan melayani masyarakat sesuai dengan fungsi museum.
Kurniawan mengatakan bahwa seminar ini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas tentang sejarah dan budaya Kaltim.
Dia juga mengapresiasi kehadiran beberapa pegiat seni budaya, akademisi, dan Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai narasumber.
“Program-program yang berkaitan dengan Sekolah Penggerak, Guru Penggerak dan implementasi Kurikulum Merdeka, menjadi fokus utama kami,” ungkap Kurniawan.
Kurniawan menambahkan bahwa seminar ini juga sejalan dengan empat pilar kebijakan permuseuman, yaitu mencerdaskan bangsa, memperkuat kepribadian bangsa, ketahanan nasional, dan wawasan Nusantara.
Dia berharap seminar ini bisa membantu revitalisasi museum dan meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum.
Salah satu museum yang menjadi sorotan adalah Museum Mulawarman, yang merupakan bekas tempat tinggal keluarga Kesultanan Kukar. Museum ini menyimpan berbagai koleksi dan cerita sejarah yang menarik.
Kurniawan mengatakan bahwa pihak Museum Mulawarman bisa lebih massif untuk menjelaskan atau menggambarkan suasana zaman dulu saat museum itu menjadi istana.
“Kami yakin dengan adanya diskusi seperti itu apalagi menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang permuseuman, Museum Mulawarman bisa memberikan gambaran masa lalu terkait ruangan dan koleksi yang dulu digunakan oleh Sultan Aji Parikesit dan keluarga,” ungkap Kurniawan.
Seminar permuseuman ini juga menghadirkan narasumber dari Komite Nasional ICOM Indonesia (PNII) dan Direktorat Jenderal Kebudayaan dari Kemendikbudristek.
Mereka adalah Dedah Rufaedah Sri Handari dan Alwan Hadi. (Adv)
