ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sebuah sekolah dasar di Kutai Timur mengalami kerusakan akibat banjir yang berasal dari lubang pasca tambang milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), M. Udin, yang menerima surat aduan dari warga setempat.
M. Udin mengatakan, sekolah yang rusak tersebut adalah SDN 003 Sangatta Utara, yang terletak di dekat lokasi lubang pasca tambang. Banjir yang melanda sekolah tersebut merusak sejumlah fasilitas pendidikan, seperti pagar beton, pagar besi, perabotan elektronik, dan buku.
“Kami menerima surat aduan dari warga Kutim yang mengeluhkan SDN 003 Sangatta Utara, fasilitas sekolah rusak karena banjir dampak dari lubang pasca tambang,” kata M. Udin, Kamis (9/11/2023).
M. Udin mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terlebih dahulu dan selanjutnya mengadakan koordinasi dengan perusahaan PT KPC. Ia ingin mengetahui apakah perusahaan mengetahui kejadian ini atau tidak, dan apa langkah yang akan diambil untuk menanggulangi dampaknya.
“Koordinasi yang kita lakukan apakah perusahaan mengetahui kejadian ini atau tidak, dan apa langkah yang akan diambil untuk menanggulangi dampaknya,” ujarnya.
M. Udin memastikan aduan yang masuk akan segera ditindak lanjuti, sebab bagaimanapun kejadian tersebut merupakan bentuk ancaman bagi masyarakat, terutama anak-anak yang sedang belajar.
“Jangan sampai ke depan ketika anak-anak kita sedang belajar terkena musibah,” tutupnya.
(adv/dprdkaltim/by)
