ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggaran pengurus Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencapai Rp 1,5 miliar per tahun menuai kontroversi. Anggaran tersebut dinilai terlalu besar dan tidak transparan.
Komisi I DPRD Kaltim, Marthinus salah satu anggota dewan yang mempertanyakan persoalan tersebut.
Ia menyoroti besaran honor Tim Koordinasi DBON Kaltim yang mencapai 20 persen dari total dana hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Anggaran itu terlalu besar, bahkan sudah banyak muncul di media massa. Masyarakat juga bertanya-tanya, apa saja yang dilakukan DBON Kaltim dengan anggaran sebesar itu,” kata Marthinus, Selasa (7/11/2023).
Marthinus mengimbau Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mengkaji ulang anggaran DBON Kaltim. Ia juga mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim untuk mengaudit penggunaan anggaran tersebut.
“Kita harus tahu, apakah penggunaan anggaran itu sudah sesuai dengan aturan atau tidak. Apakah ada indikasi penyelewengan atau tidak. Apakah ada dampak positif bagi prestasi olahraga Kaltim atau tidak,” ujarnya.
Marthinus juga meminta Komisi IV DPRD Kaltim yang membidangi olahraga untuk segera memanggil pengurus DBON Kaltim untuk memberikan klarifikasi. Ia berharap, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), pengurus DBON Kaltim dapat menjelaskan secara jelas alur penggunaan anggaran tersebut.
“Kami hanya ingin transparansi dan akuntabilitas. Kami juga ingin prestasi olahraga Kaltim terus meningkat dan tidak terhambat oleh masalah anggaran,” tutupnya.
(adv/dprdkaltim/by)
