ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kenaikan harga beras di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan.
Kenaikan tidak hanya pada merek dagang umum, namun juga pada Beras Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai 1 September 2023.
Samarinda yang masuk ke dalam wilayah 2 bersama Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.
Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebelumnya Rp. 9.950 perkilogram, menjadi Rp. 11.500 perkilogramnya, sementara untuk beras premium tetap mengikuti mekanisme pasar.
“Berlakunya harga baru tersebut sesuai dengan penetapan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 187 tanggal 29 Agustus 2023,” kata Kepala Kantor Cabang Bulog Samarinda, Maradona Singal saat dikonfirmasi adakah.id melalui telepon, pada Jumat (8/9/2023) kemarin.
Upaya untuk menahan kenaikan laju harga beras, Maradona Singal menjelaskan pihak Bulog bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag), telah melakukan operasi yang disebut Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan distribusi beras sebanyak 84 ton di 10 Kecamatan, 17 Kelurahan.
“Sebelum hari H-nya naik, tanggal 30 dan 31 Agustus kita sudah operasi pasar, maka kota Samarinda seharusnya masih tenang,” ujarnya.
Dia juga menerangkan Stok beras Bulog Kota Samarinda masih terbilang aman, dengan ketersediaan beras mencapai 3.000 kilogram, dan stoknya akan terus ditambah.
“Dalam waktu dekat minggu depan kita nambah lagi sekitar 500 ton. Sebagai persiapan,” terangnya.
Untuk harga Bulog Samarinda tetap mengikuti aturan yang berlaku, yang mana untuk harga penjualan CBP af gudang Bulog berada di Rp. 10.250 perkilogramnya, dengan Het diharga Rp. 11.500 perkilogram. (HAE)
