ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menurun signifikan sepanjang 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan berkurang dari 60.857 jiwa pada 2023 menjadi 59.000 jiwa di 2024, turun sebanyak 1.857 jiwa. Persentase kemiskinan juga menyusut dari 7,61 persen menjadi 7,28 persen.
Bupati Kukar Edi Damansyah menyatakan penurunan ini merupakan bukti efektivitas program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah. “Penurunan angka kemiskinan ini hasil nyata dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak. Langkah-langkah yang kami ambil sudah mulai menunjukkan dampak positif,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Program yang dijalankan mencakup bantuan sosial terarah, pelatihan keterampilan, peningkatan akses pendidikan, dan layanan kesehatan gratis. Sektor ekonomi kerakyatan juga diperkuat melalui dukungan kepada petani, nelayan, dan pelaku UMKM berupa alat produksi, pelatihan, dan akses modal.
“Bantuan yang kami salurkan difokuskan pada masyarakat yang paling membutuhkan,” kata Edi. Data dari BPS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi acuan dalam menentukan sasaran program.
Meski ada capaian, Edi mengakui tantangan masih ada, terutama ketimpangan di wilayah pedalaman dan dampak inflasi. Target penurunan kemiskinan di bawah 7 persen pun dicanangkan pada 2025.
Ahmad, petani di Loa Kulu, mengaku terbantu. “Hasil panen saya naik karena pelatihan dan bantuan pupuk dari pemerintah,” ujarnya. (adv/diskominfokukar/o)
