ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pada proyek pemetaan kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser, ada rencana untuk mengembangkan Kawasan Industri Buluminung (KIB) dan pengolahan perkebunan aren di Paser.
Dalam hal ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim terus berusaha untuk memaksimalkan datangnya investasi di kedua kawasan itu. Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan PPU dan Paser punya posisi strategis.
“Posisi strategis PPU dan Paser sebagai jalur transportasi darat dan laut di Kalimantan jadi nilai plus. Ini jadi latar belakang dalam rapat koordinasi pemetaan kajian IPRO PPU dan Paser yang kami gelar,” kata Puguh.
Di sisi lain, Puguh mengakui dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim justru jadi momentum baru untuk memicu bangkitnya perekonomian Kalimantan secara umum dan nasional. Nantinya, bisa jadi muncul pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dia mengatakan, proyek IPRO di PPU yang diusulkan adalah pengembangan kawasan komersial untuk menunjang KIB di PPU. Diketahui, luasan komersial yang disiapkan untuk pengembangannya seluas 104,49 hektare.
“Pengembangan kawasan komersial diharapkan bisa memberi peningkatan layanan terhadap segala jenis kebutuhan aktivitas industri dengan menyediakan berbagai macam kavling yang bisa menunjang kebutuhan para pekerja di kawasan industri,” tambah dia.
Sedangkan proyek IPRO yang diusulkan di Paser berupa pengembangan industri pengolahan perkebunan aren di Paser. Luas lahan yang siap dikembangkan sebesar 15 hektare.
“Diharapkan, pengembangan industri pengolahan kebun aren bisa memberi peningkatan kontribusi terhadap sektor industri pengolahan dan peningkatan untuk sektor pertanian di Paser,” sambungnya.
Puguh juga berharap, kesejahteraan masyarakat hingga petani bisa dirasakan dengan adanya proyek IPRO ini. Sehingga peningkatan tenaga kerja di Paser juga bisa lebih signifikan.
(adv/dpmptspkaltim/yas)
