ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pelatih Borneo FC Pieter Huistra mengatakan sangat sedih setelah tim asuhannya ditahan imbang Persik Kediri dalam laga tandang kompetisi Liga 1 BRI hari Senin (3/7/2023).
Hal itu dia sampaikan saat jumpa media seusai pertandingan.
“Gol penyeimbang di menit akhir sangatlah menyakitkan,” kata Pieter pelatih club berjuluk Pesut Etam.
Sebagaimana diketahui, laga perdana di musim 2023/2024 Borneo FC itu harus rela berbagi poin setelah imbang 1 – 1 di Stadion Brawijaya, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Gol penyeimbang itu datang dari Bek Tengah Anderson lewat gol Salto yang indah setelah terjadi kemelut di muka penjaga gawang Nadeo di waktu perpanjangan 90+3 babak kedua.
Gol awal Matheus Pato di menit ke 73 tidak membuat mental skuad Pesut Etam untuk kembali menambah gol.
“Pertandingan pertama kami dilaksanakan di Kediri dan ini bukanlah pertandingan yang mudah,” imbuh Pieter lagi.
Secara peluang, Borneo FC lebih banyak dibanding Persik. Kendati begitu, dewi fortuna belum memihak kepada klub kebanggaan warga Kota Samarinda tersebut. Pieter berjanji akan melakukan perbaikan disegala lini agar musim Liga 1 2023/2024 dapat dilalui dengan sukses.
“Kami mendapatkan satu poin, tapi kami senang karena musim telah berjalan. Masih ada 33 + 4 pertandingan lagi,” terangnya. (*)
