ADAKAH.SOLO – Pandemi Covid – 19 sempat membuat Industri Pariwisata selama dua tahun belakangan mengalami kemandekan.
Seiring mengalami penurunan infeksi, pemerintah kembali membuka wisata dalam berbagai aspek.
Untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif, diperlukan berbagai upaya yang konkrit tidak sebatas retorika belaka.
Hal itu disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Rusman Yaqub melihat perbandingan wisata Solo dan kondisi di Kaltim.
“Misalnya saja akses jalan menuju lokasi wisata alam mesti diperbaiki,” kata Rusman Yaqub seusai FGD Pemajuan Subsektor Watra Kaltim hari Minggu Tanggal 4 desember 2022 kemarin di Soga Danar Hadi Solo, Jateng.
Selain itu, kebijakan di sektor pariwisata mesti pas dengan kebijakan pemerintah daerah yang jadi prioritas. Dengan begitu, Kaltim bisa benar benar menjadi tujuan wisatawan nasional maupun internasional.
Pengelolaan destinasi harus benar – benar dikelola dengan benar. Solo memiliki ciri – khas batiknya yang dijual hingga menjadi kampung wisata seperti di daerah Laweyan. Di dalam satu gang yang berukuran sekira lima meteran itu, kampung warga menjadi pusat wisata belanja batik khas Solo.
Di kampung itu juga terdapat sebuah rumah tamu atau guest house dan angkringan dengan menjajakan makanan khas Solo dan minuman kopi dengan harga terjangkau.
Seperti halnya Solo, Samarinda memiliki penenun Batik di Mangkupalas Samarinda Seberang.
Kendati ditetapkan sebagai tujuan wisata dari pemerintah, namun produksinya terbatas dan bukan menjadi fokus masyarakatnya.
Hal itu lantaran masyarakatnya tidak fokus berprofesi sebagai pengrajin. Sebagaimana diketahui, para penenun tradisionalnya adalah ibu – ibu rumah tangga dan hanya menjadikan kegiatan tenun sebagai tambahan aktivitas seusai menyelesaikan pekerjaan rutin.
Permasalahan lainnya adalah minimnya bahan baku seperti benang dan jangkauan hasil penjualan.
“Kaltim juga punya potensi pengembangan industri batik karena memiliki banyak motif bahkan mengalami kesulitan bahan baku, dan belum ada sistem pemasaran produk,” imbuhnya.
Transformasi ekonomi Kaltim salah satunya kualitas dan harga produk.
Sementara untuk unggulannya, mestinya pariwisata seperti destinasi alam kata politisi PPP itu disiapkan dengan konkrit, seperti konektivitas infrastruktur dan sarana prasarana (sapras) disiapkan dengan baik.
Selain itu, manajemen tatakelolanya mesti lebih baik sejalan dengan sdm yang mumpuni agar berhasil.
Untuk itu masyarakat mesti ikut terlibat sebagai pelaku pariwisata.
“Pariwisata di Kaltim banyak yang harus dibenahi. DPRD Kaltim menyusun rencana itu, supaya komponen terkait dimulai dan alokasi anggaran, menjadi hal yang cukup penting. Karena Kaltim tidak harus mengandalkan industri SDAnya,” terangnya. (Joy)
