Hadiri Pelatihan TIK Kaltim, Muhammad Faisal Ajak Kelompok Disabilitas Bangkit

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal ingin semua orang berdaya di era serba digital ini, termasuk kelompok disabilitas
Caption: Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal ingin semua orang berdaya di era serba digital ini, termasuk kelompok disabilitas (HO/Pemprov Kaltim) (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA –  Dalam era digitalisasi industri seperti sekarang, kelompok disabilitas juga memiliki peluang besar dalam berkompetisi di bidang kewirausahaan digital. Dan mereka memiliki hak yang sama.

Hadir sebagai narasumber Pelatihan Pengenalan Teknlogi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Wanita, Anak Sekolah, dan Disabilitas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengapresiasi kegiatan seperti ini.

Apalagi, saat ini dgital tengah melaju pesat di Indonesia. Setidaknya, 190 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet aktif.

Muhammad Faisal memaparkan sejumlah pengalaman para pelaku usaha yang berhasil mengembangkan bisnis melalui digital marketing. Salah satunya adalah Irwan Wiryadinata, pemuda asal Samarinda yang berhasil menjual kostum super hero hingga diekspor ke berbagai negara.

“Dengan digital, anak Samarinda bisa jualan ke seluruh dunia. Tanpa digital, tidak mungkin kita bisa menjual produk sampai ke luar negeri. Ini lah keuntungan digitalisasi industri,” kata Faisal sapaanya, Rabu (21/9/2022).

Beragam manfaat dan keuntungan berwirausaha secara digital. Selain mempermudah para pelaku usaha yang baru memulai bisnis, juga dapat memperkecil kebutuhan modal.

Pelaku usaha secara teknis, tidak perlu menyiapkan tempat, menyewa toko, atau pun menyetok produk. Cukup mempromosikan produk secara online.

“Jualan online, tidak perlu stok. Cukup main gambar dan video, ketika orang pesan baru siapkan. Modal dikit cuan gede. Itu keuntungan jualan online,” ucap Faisal di hadapan para peserta penyandang disabilitas yang hadir dalam pelatihan di Hotel Ibis, Samarinda.

Terlebih saat ini, digitalisasi industri telah menjadi trend dan budaya baru di Indonesia. Indonesia bahkan menempati urutan kedua sebagai negara yang memiliki bisnis startup terbanyak kedua di Asia, setelah India.

Selama masa pandemi pun, tumbuh banyak peluang bisnis baru yang bisa dikembangkan. Seperti kuliner, elektronik, pertanian, obat-obatan dan sebagainya.

“Saat COVID, banyak orang kerja dari rumah dan pembelajaran jarak jauh. Laptop laku, webcam, kuota, dan pulsa laris. Timbul peluang usaha baru. Ini bisa dimanfaatkan Bapak dan Ibu,” terang Faisal.

Diharapkan, kelompok disabilitas dapat memanfaatkan peluang bisnis digital ini secara optimal. Agar dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi.

(Adv/Kominfo Kaltim/Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+