ADAKAH.ID, SAMARINDA – Ratusan pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Kaltim berdemo di depan kantor Bea Cukai Samarinda.
Unjukrasa digelar di Jalan Niaga Timur, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda, Kaltim pukul 10.00 WITA.
Suasana sedikit memanas tak kala massa buruh menunggu pihak pabean untuk memberikan jawaban terkait kebijakan izin kegiatan kapal, untuk memindahkan muatan kapal dari kapal tanker atau kapal curah, ke kapal jenis yang sama atau jenis kapal lain di mana kedua kapal diposisikan berdekatan bersama-sama -ship to ship-.
Hal itu lantaran aktivitas pelayaran TKBM Komura dipindah ke wilayah perairan Muara Jawa.
“Kebijakan untuk tidak melakukan kegiatan di Muara Berau telah merugikan ribuan pekerja TKBM Komura,” kata Familyanto kepada awak media saat unjukrasa berlangsung.
Kedatangan ratusan massa buruh itu agar pihak Bea Cukai memberikan kebijakan yang terbaik untuk keluarga buruh TKBM Komura yang berjumlah ribuan orang.
“Sudah 4 bulan buruh tidak bekerja, banyak pihak yang merugi,” imbuh Familyanto.
Aksi unjukrasa ini disebutnya adalah akumulasi keresahan keluarga buruh lantaran tidak beroperasi secara maksimal di Muara Jawa.
“Intinya tuntutan kami adalah kegiatan bongkar muat dialihkan di Muara Berau. Mudah – mudahan bisa diakomodir,” ungkapnya.
Ia menilai, aktivitas bongkar muat selama ini di Muara Berau banyak melibatkan aktivitas ilegal. Hal itu tentu kata dia negara mengalami kerugian besar.
“Sebelumnya pembicaraan sudah ada antara kami dan pihak pabean. Tapi hingga saat ini belum ada titik terang,” ujarnya seusai mediasi bersama.
Familyanto mengultimatum, jika tuntutan pekerja tidak dipenuhi. Pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar agar mendapat perhatian dari pihak pemerintahan terutama Institusi Pabean selaku penerbit izin bongkar muat kapal.
“Kalau tidak juga diakomodir, kami akan melakukan pemblokiran jalur maritim Sungai Mahakam,” ungkapnya.
Unjukrasa relatif aman, sebanyak 300san petugas kepolisian disiagakan untuk mengamankan lokasi unjukrasa.
Hal itu disampaikan Kapolresta Samarida, Kombespol Ary Fadli seusai aksi massa membubarkan diri dengan tertib.
“Ya, semua pihak harus bisa membuat dan menerima keputusan. Mudah – mudahan ada jalan keluar melalui komitmen bersama dengan bea cukai, inshaallah,” kata polisi berpangkat tiga melati tersebut. (Joy)
