ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia, menyoroti lambannya pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman, terutama Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Dua daerah ini dinilainya masih tertinggal dibanding wilayah lain di Kaltim.
Yonavia menyebut kondisi jalan di Kubar dan Mahulu banyak yang belum diaspal dan hanya berupa jalan tanah. Saat musim hujan, jalur tersebut berubah menjadi lumpur dan menyulitkan aktivitas warga.
“Transportasi barang, mobilitas pelajar, hingga tenaga kesehatan sering terhambat. Bahkan kendaraan pengangkut bahan pokok atau obat-obatan kerap terjebak berjam-jam,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Situasi ini membuat harga kebutuhan pokok di pedalaman jauh lebih mahal ketimbang di perkotaan. Selain itu, ia menyoroti minimnya akses air bersih, khususnya di Mahakam Ulu. Banyak warga masih bergantung pada air sungai yang kualitasnya tidak terjamin, sementara layanan PDAM belum menjangkau daerah terpencil.
“Ini kondisi yang tidak bisa terus dibiarkan. Pemerintah provinsi dan kabupaten harus segera berkoordinasi memperluas jaringan distribusi air dan memprioritaskan proyek jalan penghubung desa-desa,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Yonavia menilai pembangunan infrastruktur bukan sekadar urusan fisik, tetapi juga keadilan sosial. Menurutnya, pemerataan pembangunan akan membuka akses warga pedalaman terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.
Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal alokasi anggaran serta kebijakan pembangunan agar benar-benar menyentuh masyarakat di wilayah pedalaman. “Kita harus pastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal hanya karena lokasi mereka jauh dari pusat kota,” tandasnya.
