ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menyoroti minimnya peran perempuan dalam industri media, khususnya di posisi pengambil keputusan. Menurutnya, ketimpangan ini menjadi masalah serius yang jarang mendapatkan perhatian memadai.
“Masalahnya bukan hanya pada jumlah perempuan yang bekerja di media, tetapi juga seberapa besar mereka bisa mempengaruhi keputusan dan kebebasan menentukan arah pemberitaan,” ujar Yenni, Rabu (25/6/2025).
Yenni menegaskan dominasi pria di posisi strategis menjadi kendala utama. Hal ini diperparah oleh norma sosial dan budaya yang membatasi potensi perempuan, sehingga akses ke posisi karier lebih tinggi pun terhambat.
Lebih lanjut, kurangnya perspektif gender di manajemen media berdampak pada bias konten yang diterima masyarakat. “Jika perempuan terus terpinggirkan dalam ruang redaksi, isu-isu yang berkaitan dengan perempuan pun sering kali kurang diperhatikan,” tambahnya.
Ia mengajak pengelola media, institusi pendidikan jurnalistik, dan pemerintah daerah untuk menciptakan sistem kerja yang lebih inklusif. Dukungan berupa regulasi berpihak gender, lingkungan kerja setara, serta pelatihan kepemimpinan khusus bagi jurnalis perempuan dianggap penting.
Yenni juga mengimbau masyarakat untuk mengubah pandangan terkait peran perempuan di media. Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya meningkatkan kualitas jurnalisme, tetapi juga menciptakan ekosistem informasi yang lebih seimbang.
“Perempuan tidak memerlukan perlakuan khusus, melainkan kesempatan dan akses yang setara untuk membuktikan kemampuan mereka. Dengan begitu, dunia media akan menjadi lebih sehat dan representatif,” pungkas Yenni.
(adv/dprdkaltim/o)
