ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 8 Samarinda Seberang Rabu (16/7).
Walikota Andi Harun berencana melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap kondisi fisik sekolah, terutama pada aspek sanitasi dan penataan lingkungan sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi bangunan dan fasilitas pendukung di salah satu sekolah negeri terbesar di Samarinda tersebut, termasuk kondisi toilet yang dinilai belum layak secara sanitasi.
“Setiap tahun pasti ada sekolah yang diperbaiki. Tapi hikmahnya hari ini kita turun langsung dan bisa melihat bahwa kita punya sekolah yang lahannya sangat luas, masih memungkinkan dilakukan penataan,” ujarnya.
Ia menyebut, dengan kapasitas daya tampung mencapai lebih dari seribu siswa, SMPN 8 layak mendapat perhatian khusus dalam proses pengembangan infrastruktur pendidikan.
Terlebih, menurutnya, sekolah ini memiliki potensi fisik yang belum sepenuhnya dioptimalkan.
“Ini sekolah paling besar kapasitas tampungnya di Samarinda, sekitar 1.080 siswa, dan area yang masih bisa dikembangkan masih sangat terbuka,” lanjutnya.
Andi Harun menekankan, penataan kembali denah bangunan dan tata ruang akan menjadi fokus utama pembenahan.
Salah satu prioritas mendesak yang ia soroti adalah sistem drainase serta fasilitas sanitasi, termasuk toilet sekolah yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Tinggal penataan denah bangunan dan tata ruang yang perlu dibenahi, termasuk aliran air yang mau kita benahi agar basis lingkungan sebagai lingkungan yang sehat terpenuhi. Dan kalaupun sekolahnya belum bisa dibangun ulang dalam waktu dekat, paling tidak nanti memiliki WC yang layak,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Andi Harun berkomitmen untuk segera mengintervensi pembangunan toilet terlebih dahulu sebelum proyek perbaikan fisik lainnya dilakukan.
“Akan saya intervensi WC-nya dulu agar siswa, guru, dan tenaga pendidikan bisa memiliki WC yang layak, sebagai WC yang sehat dan memenuhi syarat sanitasi yang sehat,” terangnya.
Pernyataan Andi Harun ini diperkuat dengan penjelasan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 8, Satuna.
Ia membenarkan, kondisi toilet sekolah memang tidak sesuai dengan standar teknis dan jumlahnya tidak memadai dibandingkan total populasi siswa.
“Memang kondisi WC sekolah belum sesuai dengan juknis kelayakan. Jadi kami hanya bisa melakukan perbaikan atau renovasi ringan. Karena WC yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah siswa kami, yaitu 1.083 orang, sedangkan jumlah WC hanya 12 unit,” jelas Satuna.
Ia menambahkan juga, fasilitas tersebut menjadi cepat rusak dan sulit dipelihara secara optimal lantaran banyak yang menggunakan.
Dengan adanya atensi langsung dari kepala daerah, pihak sekolah berharap pembenahan ini dapat segera direalisasikan.
“Karena terlalu banyak yang menggunakan, jadi WC itu tidak sempat beristirahat. Terlalu banyak pemakai, sehingga kondisinya jadi seperti itu,” ungkapnya. (*)
