ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengikuti perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1945 hari Minggu (10/3/2024).
Masih dalam rangkaian ibadah umat Hindu itu, pementasan menjadi tontonan sebagai makna nilai-nilai religius dimana kebaikan dan kejahatan diceritakan pada media pertunjukan Ogoh-ogoh.
Disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun melalui sambutan pelepasan ogoh-ogoh dalam Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946 di Kota Samarinda pada, Minggu (10/3/2023).
Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, ia mengapresiasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan acara tersebut. Andi Harun juga mengharapkan kebaikan dan kemuliaan bagi seluruh umat beragama Hindu di Kota Samarinda.
“Saya mengajak seluruh masyarakat hindu untuk menjadikan peringatan Nyepi tahun ini sebagai momentum untuk introspeksi (mulat sarira) menata kembali sikap dan perilaku kita dalam menjaga keharmonisan dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta, sehingga pergantian Tahun Baru Saka ini akan bisa memberikan vibrasi positif bagi kehidupan kita yang baru,” ujarnya.
Lanjut Andi Harun mengatakan, Pemkot Samarinda ikut menyambut Dharma Shanti Hari Raya Nyepi Tahun saka 1946 ini.
“Semoga peringatan ini dapat meningkatkan kualitas srada dan bhakti, yakni keimanan dan ketaqwaan, sebagai wujud kesyukuran kita ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” imbuhnya.
Andi Harun menegaskan, Perayaan Nyepi yang dilakukan umat Hindu juga sebagai sarana silaturahmi dengan masyarakat sekitar, sehingga toleransi antar umat beragama di Kota Samarinda terus meningkat.
“Samarinda terdiri dari berbagai suku, adat dan budaya, perayaan Nyepi ini juga sebagai ajang silaturahmi, dan ini menegaskan bahwa warga Samarinda sangat toleransi,” terangnya. (Adv)
