ADAKAH.ID, SAMARINDA – Guna mempererat tali silaturahmi diantara pemerintah dan awak media, Wali Kota Samarinda, Andi Harun menggelar buka puasa bersama, pada Kamis (28/4/22) di Anjungan Kara Mumus, Balaikota Samarinda.
Puluhan awak media dari berbagai jenis, mulai dari media cetak, elektronik dan online, hadir dan menyimak sambutan Wali Kota, seraya menunggu waktu berbuka puasa tiba.
Kepada para pewarta, Andi Harun mengatakan bahwa pekerjaan dalam menulis berita memiliki konsekeunsi hukum dan agama. Sehingga, awak media memikul tanggung jawab dan resiko besar.
“Profesi kalian berbahaya, dalam perspektif agama, setiap ketikkan huruf, jika tidak disiapkan dengan niat yang baik, maka akan ada pertanggungjawabannya,” kata Andi Harun.
Sementara dari sisi hukum, lanjut AH sapaanya, Undang – Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers telah mengatur langgam kerja awak media, yang harus melakukan konfirmasi dalam peliputan agar tidak menghasilkan berita hoaks.
“Tentunya harus menaati kode etik jurnalistik yang berlaku,” tegasnya.
Setali tiga uang, Mantan dewan legislator Kaltim itu berharap, awak media dapat menyebarkan berita dan informasi yang berlandaskan fakta, dan juga yang membahagiakan.
Sebabnya, menurut AH, suatu berita bermuatan aib seseorang memiliki dua kemungkinan, yakni antara ghibah atau fitnah.
“Berita tidak boleh menghantam pribadi seseorang, karena itu masuk pembunuhan karakter,” terangnya.
“Perintah agama dan hukum sama-sama mendukung media untuk lebih baik,” tandasnya.
Pada kesempatan itu pula, orang nomor satu di Samarinda menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga disiplin protokol kesehatan menjelang dan disaat hari raya Idul Fitri tahun 2022 ini. (Sam)
