Stok Beras Samarinda Cukup Hingga September 2023

Stok Beras yang berada di gudang Bulog Cabang Samarinda. Pemkot Samarinda akan membagikan bantuan beras kepada 26.924 (KK) Keluarga.
Caption: Stok Beras yang berada di gudang Bulog Cabang Samarinda. Pemkot Samarinda akan membagikan bantuan beras kepada 26.924 (KK) Keluarga.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan stok beras akan cukup untuk Iduladha 1444 Hijriah, bahkan bertahan hingga September 2023.

Dalam waktu dekat ini akan ada lagi 2.500 ton beras masuk ke Samarinda, yang di impor langsung dari Thailand, hal ini di sampaikan oleh Maradona Singal selaku Kepala Bulog Cabang Samarinda, pada Rabu (7/6/2023).

“Hari ini mulai bongkaran lagi di Balikpapan,” katanya, di halaman kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Jalan Marsda A. Saleh, Kelurahan Sidumulyo saat pembagian bantuan beras gratis.

Antusias warga mengantre pembagian bantuan beras di kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda.
Antusias warga mengantre pembagian bantuan beras di kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, pada Rabu (7/6/2023).

Beras Bulog bantuan pemerintah yang di bagikan kepada masyarakat merupakan kualitas medium, sama dengan yang beredar di pasaran.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan saat ini pihaknya tak akan mungkin mengeluarkan semua stok beras yang tersedia, sedangkan para pedagang di Kota Samarinda memiliki stok yang banyak.

“Kasian pedagang, saat terjadi kelangkaan saja baru kami akan bergerak,” ujar Marnabas kepada Adakah.id.

Beras Bulog yang sedang disalurkan kepada masyarakat saat ini, mulai dari tahap pertama diberikan secara gratis. Ihwal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan laju inflasi.

“Sementara sebelum adanya program ini, kami berjualan dengan harga rendah, membuka pasar murah. kita bersyukur dapat perhatian dari pusat, dan antusias pemerintah kota dalam membantu masyarakat,” katanya.

Marnabas juga menyebutkan, selain mengimpor beras, pemerintah juga bekerja sama dengan daerah penghasil seperti Sulawesi dan Jawa. Karena Samarinda bukan daerah penghasil, jadi harus berani untuk berpikir 3 kali lipat.

“Kita punya beras lokal dari wilayah Lempake, dan Sambutan tapi jumlahnya kecil.” pungkasnya.

(Hae)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+