Solidaritas Anak Muda Samarinda untuk Korban G/30S/TWK

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Puluhan mahasiswa di Kota Samarinda menggelar aksi solidaritas terhadap 58  orang  yang dipecat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi digelar di simpang empat Flyover Jalan AW Sjahranie, Sabtu (2/10/2021).

“Aksi ini adalah bentuk keprihatinan terhadap lembaga anti rasuah yang terus dilemahkan,” ujar Korlap aksi, Opin disela – sela unjukrasa.

Bentuk kelemahan itu disebutnya sebagai upaya pembunuhan KPK secara perlahan.

Pelemahan KPK kata dia, terlihat pada tahun 2009 dimana beberapa pemimpin KPK di kriminalisasi yakni, Antasari Ashar yang ditetapkan sebagai tersangka.

Lalu selanjutnya, Abraham Samad, Bambang Wijayanto juga pernah mendapat upaya pelemahan yang sama.
Seperti diketahui, perseteruan KPK dan Polri bagaikan cicak vs buaya.

“Pelemahan melalui revisi UU KPK oleh DPR RI juga jadi salah satu upaya nyata dan terbaru soal test TWK (Test Wawasan Kebangsaan) dari BKN serta Ketua KPK sekarang Firli Bahuri memecat 58 pegawai KPK,” imbuhnya.
Menurut Opin, mereka yang dipecat adalah orang – orang terbaik, dalam melaksanakan tugas sebagai penjagal kepala pelaku megakorupsi uang rakyat, dan menjebloskan koruptor kedalam penjara.

“Kami sangat kecewa dengan pemerintah yang acuh, dan membiarkan pelemahan terjadi. Bagi kami, KPK adalah anak kandung reformasi,” ungkapnya.

Lanjut dia, unsur yang terlibat dalam aksi solidaritas itu yakni, KBAM sebagai inisiator bersama Aksi Kamisan dan  Bunga Terung.

Dengan begitu, dirinya mendesak pemerintah melalui kebijakan Presiden RI, Joko Widodo.

“Pak Jokowi kami harap bisa bersikap tegas atas situasi ini karena KPK jelas dilemahkan,” katanya.

Untuk itu, tindaklanjut pasca aksi tersebut adalah tetap menyuarakan isu pelemahan KPK kembali kepada masyarakat Samarinda. Menurut mahasiswa asal Kendari, Sulawesi Tenggara itu, kejahatan terhadap kemanusiaan, adalah korupsi.

“Kami masih melihat situasi. Mendorong isu KPK dan lain-lain seperti amandemen kelima UUD 1945 kami suarakan di Samarinda,” pungkasnya. (*)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+