ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim segera melakukan evaluasi terkait penyerapan tenaga kerja Pabrik Smelter Nikel yang berlokasi di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salehuddin menyebutkan pabrik yang diprakarsai PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) memiliki 161 orang pekerja dari negara China. Ia menduga, ratusan pekerja tersebut belum sepenuhnya memenuhi syarat administrasi di Dinas terkait.
“Kami pernah melakukan kunjungan, ada 161 orang tenaga kerja dari China belum terkonfirmasi dinas yang bersangkutan,” beber Salehuddin, Senin (15/1/2023).
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan persoalan itu perlu ditindak serius, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Setidaknya mengevaluasi kelengkapan administrasi para pekerja perusahaan tersebut.
“Harus disikapi secara serius,” tegasnya.
Politisi Golkar itu meminta pihak perusahaan melengkapi administrasi ketenagakerjaan. Terutama tenaga kerja asing (TKA). Salehuddin juga berharap Dinas terkait harus lebih teliti agar tidak menuai persoalan di kemudian hari.
“Pabrik nikel itu kan investasi yang memberikan keuntungan yang besar juga bagi daerah,” tandasnya.
(Adv/DPRD Kaltim/Sam)
