ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Upaya pelestarian bahasa daerah Kutai oleh Pemkab Kukar mendapat pengakuan nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada Kukar atas dedikasi mereka dalam revitalisasi bahasa Kutai.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kepada Bupati Kukar Edi Damansyah pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2024, di Jakarta, dalam rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2024.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kukar dalam menjaga dan melestarikan bahasa Kutai sebagai warisan budaya yang tak ternilai. Dedikasi ini tak hanya terhenti pada pelestarian, namun juga pengembangan bahasa Kutai agar terus lestari dan menjadi bagian integral kehidupan masyarakat, terutama dalam dunia pendidikan.
Komitmen Kukar dalam revitalisasi bahasa Kutai tak hanya isapan jempol. Berbagai langkah konkret telah dilakukan, di antaranya penerbitan regulasi, Peraturan Daerah (Perda) Kukar No. 4/2018 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Identitas Daerah, Peraturan Bupati (Perbup) No. 69/2019 tentang Kurikulum Muatan Lokal, Surat Keputusan (SK) Bupati Kukar No. 324/2022 dan No. 413/2022 tentang kurikulum dan standar isi bahasa Kutai.
Kemudian integrasi bahasa Kutai dalam kurikulum Pendidikan, bahasa Kutai diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah di Kukar, penyediaan buku-buku pelajaran dan modul pembelajaran bahasa Kutai, pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajar bahasa Kutai
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sambutannya di FTBIN 2024 mengapresiasi upaya Pemkab Kukar dalam revitalisasi bahasa Kutai. Menurutnya, Kukar menjadi salah satu contoh terbaik dalam mengintegrasikan bahasa lokal ke dalam kurikulum pendidikan.
Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk terus melestarikan dan mengembangkan bahasa Kutai.
“Penghargaan ini merupakan bukti pengakuan dan apresiasi terhadap usaha kami, dan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam melestarikan bahasa Kutai untuk generasi yang akan datang,” tutur Edi.
Penghargaan dari Kemendikbudristek ini menjadi tonggak penting dalam upaya revitalisasi bahasa Kutai di Kukar.
“Diharapkan penghargaan ini dapat memotivasi pihak-pihak lain untuk turut berkontribusi dalam pelestarian bahasa daerah di Indonesia,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoKukar)
