Relokasi Kantor Loa Ipuh untuk Atasi Ancaman Banjir dan Percepat Layanan

Relokasi Kantor Loa Ipuh untuk Atasi Ancaman Banjir dan Percepat Layanan. (ist)
Caption: Relokasi Kantor Loa Ipuh untuk Atasi Ancaman Banjir dan Percepat Layanan. (ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, bersiap melakukan relokasi kantor pelayanan untuk menjawab dua persoalan utama: ancaman banjir dan kebutuhan peningkatan kualitas layanan publik. Kantor lama yang berada di bantaran Sungai Mahakam dinilai tak lagi layak secara fungsional maupun tata ruang.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, mengatakan lokasi lama kerap terdampak banjir saat air Mahakam meluap, sehingga mengganggu aktivitas pelayanan dan membahayakan penyimpanan dokumen penting. Selain itu, kawasan itu kini masuk zona Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai penataan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur.

“Tidak hanya soal kenyamanan kerja, tapi juga soal keselamatan. Setiap kali Mahakam meluap, kami harus ekstra waspada. Kadang dokumen terpaksa dipindahkan, dan aktivitas pelayanan terganggu,” ujar Erri, Jumat (2/5/2025).

Relokasi direncanakan ke Jalan Penyinggahan, kawasan yang lebih tinggi, aman dari banjir, dan strategis menjangkau warga. Gedung baru akan dibangun dua lantai, menggantikan bangunan lama yang sempit dan hanya satu lantai.

“Dengan lokasi baru, kami ingin mempercepat akses layanan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman,” tambahnya.

Dokumen penghapusan aset lama kini sedang diproses. Jika rampung, pembangunan fisik akan dimulai setelah Lebaran, dengan dukungan dari Dinas PU Kukar. Erri menekankan relokasi ini adalah bagian dari transformasi pelayanan berbasis adaptasi iklim dan perkembangan wilayah.

“Kalau dulu kita bekerja dalam keterbatasan, sekarang kita berbenah agar bisa menjawab tantangan zaman dan kebutuhan warga yang terus berkembang,” tutupnya.

(adv/diskominfokukar/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+