• Berita
  • Laga
  • PSS Sleman Harus Menerima Kekalahan Dari Borneo FC: Risto VIdakovic Mengkritik Kipernya Sendiri

PSS Sleman Harus Menerima Kekalahan Dari Borneo FC: Risto VIdakovic Mengkritik Kipernya Sendiri

ADAKAH.ID SAMARINDA- PSS Sleman harus menderita kekalahan di hadapan penonton sendiri setelah ditaklukan Borneo FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Manahan Solo tadi malam (14/03/2024) dalam lanjutan BRI Liga 1 Indonesia pekan ke-29. Atas kekalahan ini Anthony Pinthus selaku Kiper utama PSS Sleman dikritik keras oleh Risto Vidakovic.

Kritikan ini dilancarkan oleh Risto kepada anak asunya lantaran memberikan reaksi yang berlebihan saat ingin menghalau tendanang dari titik mati yang dilancarkan oleh Stefano Lilipaly.

Atas kesalahan reaksi Pinthus yang ingin mengamankan bola itu, dia harus dihukum dengan berat oleh ujung tombak Borneo FC yaitu Felipe Cadenazzi yang mendapatkan ruang bebas untuk menyundul umpan yang dilancarkan oleh Lilipaly dari tendangan matinya dan dapat dikonversi menjadi sebuah gol bagi anak asuh Pieter Huistra.

“Saya tidak terlalu senang dengan situasi ini, saya pikir dia (Pinthus,red) terlalu banyak bereaksi. Reaksinya mengerikan bagi saya. Saya tidak akan mentolerir hal semacam ini,” tegas Risto pada saat press conference pasca laganya tadi malam (14/03/2024).

Pelatih yang memiliki dua kewarganegaraan ini (Serbia dan Bosnia & Herzogovina) menindak tegas dan menyangkan reaksi dar Pinthus yang berlebihan ini dan tentunya bisa berdampak kepada para suporter dari PSS Sleman.

“Meskipun kamu membuat kesalahan tetapi kamu harus menghormati para pendukung dan semua orang yang datang untuk menonton dan mendukung kami sampai menit akhir. Jadi saya pikir itu salah yang dia lakukan. Saya akan berbicara dengan dia (Pinthus,red),” ucapnya.

Ini menjadi sebuah pukulan telak bagi Laskar elang jawa yang masih berkutat di papan bawah klasemen yang harus bejuang agar terhindar dari zona degradasi.

“Kami sebenarnya mengontrol pertandingan sampai terjadinya sebuah kesalahan. Dalam enam pertandingan terakhir saya pikir kami kehilangan banyak poin karena kesalahan individu. Sangat sulit mendorong tim lagi, lagi dan lagi setelah semacam ini. Kita harus kembali dari nol lagi, kami harus memotivasi pemain dari awal lagi,” ungkapnya.

Risto juga mengakui Borneo adalah lawan yang sangat berat bagi tim yang diasuhnya.

“Saya pikir kami mengendalikan babak pertama, babak kedua mereka tidak memiliki kesempatan sampai tendangan sudut. Hingga sampai terajadinya kesalahan, jadi kami hanya memberi mereka sebuah gol. Tentu saja jika kamu bermain melawan pemimipin liga itu tidak mudah dan tentunya tidak mudah mengatasi hal semacam ini,” ungkapnya.

Senada dengan Risto, Hokky Caraka striker andalan dari PSS Sleman juga menerangkan betapa kesusahannya mereka dalam menaklukan pemuncak klasemen BRI Liga 1 Indonesia.

“Tentunya bisa dilihat sendiri bagaimana sulitnya kita menghadapai pemuncak klasemen, awalnya kita bisa menguasai permainan. Namun setelah itu kita kecolongan gol di area bahaya kita. Tentunya kita tidak boleh berlarut, kita harus memaksimalkan lima pertandingan yang ada,” pungkasnya.

.

MASUKAN KATA KUNCI