ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Regenerasi atlet menjadi fokus baru Dispora Kukar melalui program “Olahraga Masuk Sekolah”. Program yang dijalankan dengan pendekatan jemput bola ini menargetkan pembinaan atlet usia dini secara sistematis di lingkungan pendidikan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa prestasi olahraga daerah tidak boleh bertumpu pada nama besar atlet saat ini saja. Pembibitan jangka panjang harus disiapkan sejak pelajar berada di usia emas.
“Kami tidak ingin prestasi olahraga Kukar berhenti di generasi sekarang. Karena itu kami bersama sejumlah cabang olahraga turun langsung ke sekolah-sekolah untuk menemukan bibit baru,” ujarnya.
Dispora menggandeng 16 pengurus cabang olahraga (pengcab) yang memberikan pelatihan dasar atletik, bola voli, panahan, hingga bela diri.
Para pelajar tidak hanya diperkenalkan cabor, tetapi juga mendapatkan teknik dasar dari pelatih profesional.
Aji Ali menjelaskan bahwa jenjang SD dan SMP menjadi prioritas utama karena masuk dalam fase penguatan fisik dan mental.
“Usia tersebut merupakan masa emas pembentukan fisik dan mental atlet. Dari situ kita bisa melihat potensi mana yang perlu dibina lebih lanjut,” jelasnya.
Program ini juga diperkuat kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan aktivitas olahraga sebagai bagian kurikulum.
Dengan begitu, pembinaan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi menjadi rutinitas terarah.
“Setelah tahap sosialisasi, kami bersama Dinas Pendidikan akan menyusun sistem pembinaan berkelanjutan, sehingga olahraga bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian dari pembelajaran karakter dan disiplin,” tambahnya.
Melalui program ini, Kukar berharap menjadi pusat lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
Pendekatan sinergis antara sekolah, pemerintah, dan pengcab dinilai menjadi pondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045. (Adv)
