ADAKAH.ID, MALUT – Pembukaan musyawarah besar kelima Fagogoru diwarnai dengan aksi protes mahasiswa Halmahera Tengah, Halmahera Timur dan Gane Timur.
Aksi tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan, Save Sagea, Tolak PT. PRIVEN, Usut tuntas kasus pembunuhan di hutan patani dan Halmaher Timur.

Aksi tersebut menuai polemik diantara sesepuh. Ada yang pro dan ada kontra. Sehingga terjadi kesalahpahaman antara mahasiswa dan sesepuh.
Berkaitan dengan hal itu, pada 07 Oktober 2023. Bertempat di Gedung Duafa Center, Ketua Panitia Mubes, Ahlan Jumadil memediasi damai antara mahasiswa (Peniti, Kec, Patani Timur) yang terlibat aksi dengan sesepuh Fagogoru Abd Rahim Odeyani.
Ketua Panitia, Ahlan Jumadil saat dikonfrimasi menyampaikan, sebagai sesepuh saya menginisiasi untuk mediasi antara mahasiswa dan sesepuh.
“Saya sebagai sesepuh, memediasi antara mahasiswa dengan kami. Ya sebagai sesepuh penting untuk memberikan nasihat kepada ade-ade mahasiswa terutama yang berasal dari Fagogoru. Kami sesepuh dan mahasiswa pada saat mediasi tersebut sudah saling memaafkan” (08/10/2023)
Abd Rahim Odeyani, sesepuh Fagogoru, saat dikonfrimasi menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi itikad baik para perwakilan mahasiswa Peniti, Kecamatan Patani Timur.
Permintaan maaf yang mereka lakukan menunjukan bahwa mereka sangat menjujung tinggi nilai-nilai fagogoru.
“Selaku sesepuh Fagogoru. Kami menerima permintaan maaf dari para mahasiswa Peniti, Kecamatan Patani Timur, tersebut. Harapan besar kami agar kedepan nilai-nilai fagogoru terus dijunjung tinggi oleh para mahasiswa fagogoru,” imbuhnya.
Sementara itu, Harsandy Lukman, perwakilan mahasiswa Peniti, Kecamatan Patani Timur yang terlibat dalam mediasi juga menerangkan, kami dimintai agar meminta maaf kepada sesepuh.
“Soal minta maaf kami tidak kepikiran. Tapi karena kami didatangi oleh Ketua Panitia, bang Ahlan Jumadil. Bang Ahlan menyampaikan kalau sesepuh bang imo itu kecewa terhadap aksi yang dilakukan. Nah setelah sidang diskorsing, ketika orang-orang keluar ruangan. Bang Jumuci dan Ketua Panitia memanggil kami. Juga memanggil bang imo. Nah kami diperhadapakan. Saya langsung menyampaikan kalau tidak suka dengan gerakan kami, saya minta maaf,” terangnya. (Alam)
