• Berita
  • Polemik Air Bersih di Perum Borneo Muqti 2, Walikota: Pengembang Belum Menyerahkan Fasumnya

Polemik Air Bersih di Perum Borneo Muqti 2, Walikota: Pengembang Belum Menyerahkan Fasumnya

ADAKAH.ID, SAMARINDA- Andi Harun memberikan tanggapanya terakit krisis air bersih pada  Perumahan Borneo Muqti 2 yang sudah terjadi sebelum lebaran kemaren. Menurut Andi Harun Pihak pengembang belum menyerahkan fasilitas umum (fasum) perumahan itu ke Pemkot Samarinda.

Sepanjang yang saya ketahui Perumahan Borneo Muqti 2 itu belum menyerahkan fasumnya ke pemerintah,” Kata Walikota di sela-sela kegiatannya (19/04/2024).

Andi Harun mengesakan perlu adanya upaya kejelasan dalam persoalan ini. Jangan sampai Pemerintah terkesan membiarkan.

“Jangan seakan-akan Pemerintah itu bukan sebagai pelayan publlik,” tegas Orang nomor satu di Samarinda ini .

Menurut Andi Harun sendiri soal krisis air bersih ini harus diusut terlebih dahulu muara permasalahannya. Apakah devplover/pengembang sudah menyerahkan fasilitas umumnya kepada Pemkot Kota Samarinda.

“Coba tanya ke pihak pengembangnya apakah Fasumnya (Fasilitas Umum,red) ke pihak pemerintah, berdasarkan Permen PU dan Permendagri tentang penyerahan Fasum kepada Pemrintah. Pengembagnya juga harus bertanggung jawab. Kan itu awalnya transaksi kepada konsumen kan?, karena dari awal harusnya sudah bertanda tangan antara konsumen dan pengembang PDAM nya dilayani oleh siapa?,” ucapnya.

Menurut Walikota sendiri fasum Perumahan yang ada di Jalan Damanhuri itu belum menyerahkan sama sekali kepada Pemkot Samarinda. Untuk penyerahannya sendiri menurut atruan yang berlaku pengembang wajib menyerahkan fasumnya paling telat 1 tahun setelah selesai dibangun.

”Tapi kalau misalanya masih dilayani oleh swasta, lalu swastanya ga becus. Kita akan minta klarifikasi ulang, apakah Fasum yang seharusnya menjadi kewajiban pengembang udah diserahkan ke pemerintah belum. Karena seharusnya pengembang wajib menyerahkan ke pemerintah maksimum satu tahun setelah perumahan itu selesai,,” ungkapnya.

Namun, apabila masalah ini telah memiliki titik terangnya, warga perumahan mohon untuk bersabar lagi untuk pendistribusian air bersih.

“kalau memang mereka menyerah dan menyerahkan ke kita maka masyarakat disana harus bersabar dulu, karena kita akan mengecek air besih kita bisa atau tidak melayani di daerah itu,” tandasnya. (Kal El)

.

MASUKAN KATA KUNCI