PMII Samarinda Demo Kantor Polisi, Sesalkan Kekerasan Terhadap Mahasiswa

adakah.id, Samarinda – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Samarinda melakukan aksi solidaritas menolak tindakan represifitas aparat kepolisian terhadap mahasiswa di Pamekasan menolak tambang galian c.

Aksi yang berjalan Senin (29/6/2020) pukul 15.10 Wita tersebut dilaksanakan di Jalan Slamet Riyadi No. 1, kantor Polresta Samarinda, Kaltim.

Puluhan orang yang memadati tepi jalanan pusat kepolisian Samarinda tersebut membawa beberapa tuntutan, diantaranya yakni, mengecam segala bentuk perilaku tindak kekerasan oleh oknum aparat kepolisian terhadap kader PMII dan aktivis mahasiswa Indonesia.
Lanlu tindak tegas oknum kepolisian yang tidak patuh pada peraturan pengamanan aksi di muka umum UU no. 09 Tahun 1998 dan Nomor 9 Tahun 2008.

“Sangat menyesalkan tindakan-tindakan presifitas aparatur negara !” Ujar Ketua Cabang PMII Kota Samarinda Aji Faisal dalam orasinya Senin (29/6/2020) yang mengecam tindakan represifitas oleh aparat kepada Mahasiswa PMII yang terjadi di Pamakesan.
Lanjut ia mengatakan, aksi ini dilakukan pula sebagai protes akan represifitas polisi yang terjadi berulang – ulang di lapangan. Meskipun ucapnya, hak untuk menyampaikan pendapat merupakan aktivitas yang legal dan sudah dilindungi secara konstitusional.

“Pasal 28 UUD 1945 tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul, serta UU No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di depan umum, dari sinilah pihak keamanan seharusnya berpedoman dan melakukan pengamanan dan perlindungan terhadap aksi penyampaian di muka umum” Sebutnya.

Namun sebutnya, kejadian yang terjadi tersebut seolah – olah menunjukan bahwa pihak kepolisian tidak mengikuti pedoman dan landasan hukum tersebut, sehingga represifitas dari aparat keamanan kerap terjadi.

“Ini sangat mencederai kebebasan berpendapat di muka umum” tandasnya.

Menyikapi aksi tersebut, Kasubbag Humas Polresta Samarinda, AKP Annisa Pratiwi menjelaskan bahwa kepolisian Polresta Samarinda menanggapi aksi itu secara positif. Meskipun kegiatan yang dilaksanakan bukan berada di wilayah Polresta Samarinda.

“Mereka kami sambut dengan baik dan tidak mengulangi kejadian yang terjadi di wilayah lain” Tutupnya.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+