ADAKAH.ID, SAMARINDA – Proyek pembangunan gedung SDN 005 Sungai Kapih, Samarinda, yang dilakukan pada kepemimpinan Wali Kota sebelumnya disebut-sebut berhenti, lantaran anggaran yang mentok.
Berdasarkan pantauan Adakah.id, gedung di sisi kanan dari gerbang sekolah tersebut baru setengah jadi. Lampu dan plafon belum terpasang. Mengakibatkan gedung tidak dapat difungsikan secara maksimal untuk kegiatan belajar.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang menerima laporan terkait kondisi bangunan setengah jadi itu. Segera setelah mengetahuinya, ia melakukan tinjauan langsung ke SDN 005 Sungai Kapih itu.
“Ya, saya mendapat laporan dari warga dan kepala sekolah serta guru-guru bahwa di SDN 005 Sungai Kapih itu. Ternyata saya temukan fakta bahwa kegiatan ini harus dilanjutkan,” ujar Andi Harun kepada awak media, Rabu (8/6/22).
Andi Harun menyebut, kegiatan pembangunan di Sungai Kapih tersebut menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Namun demikian anggaran tersebut tidak dapat mengcover perencanaan.
Dirinya mengakuu telah memberi perintah kepada Sekretaris Kota (Sekkot) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar segera melanjutkan pembangunan gadung 2 (dua) lantai tersebut.
AH sapaanya, mengapresiasi pihak sekolah telah menggalang swadaya guna melakukan seminisasi alakadarnya. Sehingga gedung yang direncanakan menjadi ruang kelas dapat digunakan walau tak maksimal.
“Dalam jangka pendek dekat ini juga kita akan memasang keramik dan perbaikan ruang kelas termasuk di teras agar aktivitas belajar dapat berlangsung di runga kelas masing-masing. Termasuk pembenahan lampu dalm plafon di dalam ruang kelas,” terangnya.
Saat disinggung mengenai sumber dana, AH menyampaikan pihaknya akan mengupayakan dengan anggaran tahun ini. Menurutnya, kita tidak bisa menunggu tahun anggaran 2023. Bahkan, Walikota berjanji akan upayakan anggaran meski harus mengocek di luar APBD.
“Yang jelas kalau mau pakai pergeseran tidak bisa, APBD di anggaran Diknas juga tidak bisa. Tetapi kita jangan berhenti,” jelasnya.
“Kalau perlu, saya akan carikan sumber dana dari pihak luar untuk sementara sampai kegiatan pelaksanaan proyek bisa dilaksanakan di tahun depan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepela Sekolah SDN 005 Sungai Kapih, Pinte Situmorang mengaku pihaknya tidak mengetahui bahwa Wali Kota akan meninjau sekolah binaannya.
“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, hari ini datang, dan hasilnya sudah kita tahu. Dalam waktu dekat ini beliau akan mencarikan dana untuk perbaikan ruang ini, supaya dapat dipakai kegiatan belajar tatap muka (PTM),” ujarnya kepada awak media.
Pinte Situmorang mengungkapkan, bahwa kegiatan pembangunan gedung di sekolahnya itu tidak mangkrak, namun memang anggarannya yang hanya sampai setengah jadi. Pembangunan tersebut, kata dia, sudah dimulai sejak agustus 2021.
“Karena ingin ditempati, untuk kami belajar, tapi ruangan belum beres, dengan swadaya melalui komite mereka mengumpulkan dana, agar sementara bisa digunakan,” ungkap Pinte.
Sempat digunakan, lanjut Pinte, seminggu. Itu pun untuk menyelenggarakan ujian semester. Hal tersebut dilakukan lantaran kekurangan ruang kelas.
Ia berharap, Wali Kota Andi Harun, untuk paling tidak melanjutkan pembangunan di lantai 1 (Satu), seperti pemasangan kramik, plafon, dan sebagainya.
(Sam)
