Pedagang Baju di Samarinda Sepi Pembeli, Penjual Ikan Hias Masih Bertahan

Caption: Udin Penjual Pakaian di Pasar Gang Masjid.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Lima hari menjelang Idul Fitri suasana di salah satu toko baju di Gang Masjid, Jalan Gatot Subroto, Samarinda, masih lengang. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, toko yang dikelola Udin yang biasanya ramai menjelang Lebaran kini justru sepi pengunjung. Stok pakaian yang ia siapkan masih menumpuk, membuatnya harap-harap cemas.

“Kami khusus menjual baju buat orang dewasa, yang kisaran harganya mulai Rp100.000 dan ada juga gamis Rp200.000-an,” ujar Udin saat diwawancarai, Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, tidak ada kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Ramadan kali ini terasa lebih sulit.

“Dari tahun-tahun sebelumnya, bulan puasa tahun ini paling parah. Biasa seminggu sebelum Lebaran, toko sudah ramai, tapi tahun ini sepi. Stok baju masih banyak menumpuk,” keluhnya.

Ia berharap, dalam dua atau tiga hari terakhir sebelum Lebaran, masyarakat kembali berbondong-bondong membeli pakaian baru untuk merayakan hari kemenangan.

“Ya, semoga 3 atau 2 hari menjelang Lebaran makin banyak yang mampir ke toko,” harapnya.

Fenomena penurunan daya beli ini ternyata tidak hanya dialami Udin, tetapi juga banyak pedagang lainnya. Ramadan yang biasanya menjadi momentum peningkatan omzet justru menjadi tantangan bagi para pelaku usaha tahun ini.

Penjual Ikan Hias Masih Bertahan

Berbeda dengan kondisi di toko baju, kios ikan hias yang terletak di Jalan Pahlawan, tepat di samping Hotel Tepian, masih mencatatkan sedikit peningkatan penjualan. Ade, pemilik Kios Mina ria yang menjual ikan hias dan perlengkapan akuarium, mengaku omzetnya naik meskipun tidak signifikan.

“Penjualan Ramadan tahun ini ada kenaikan sekitar 10%. Tidak banyak, tapi juga tidak merugi,” ujar Ade.

Ia menilai bahwa kondisi ekonomi tahun ini memang cukup berat bagi banyak pedagang.

“Sepertinya Ramadan tahun ini semua pedagang mengalami penurunan omzet ya,” tambahnya.

Perbedaan nasib antara pedagang pakaian dan pedagang ikan hias mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat tampaknya lebih selektif dalam membelanjakan uang mereka, mendahulukan kebutuhan utama dibandingkan keperluan sekunder seperti pakaian baru untuk Lebaran. (Do)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+