Modal Elektoral dan Jejaring Organisasi, Aulia Rahman Basri Berpeluang di Pilgub Kaltim 2029

Caption: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri(Adakah.id)

ADAKAH.ID, TENGGARONG – Di usia 40 tahun, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur potensial dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2029 mendatang. Sosoknya dinilai merepresentasikan generasi baru kepemimpinan daerah: muda, terdidik, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Akademisi Fisipol Universitas Mulawarman, Saipul Bahtiar menilai peluang tersebut terbuka, namun dengan catatan penting. Menurutnya, kepemimpinan Aulia di Kukar harus mampu menghadirkan program konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar aktivitas seremonial.

“Meresmikan pasar atau jembatan itu baik. Tapi yang ditunggu masyarakat adalah program pro-rakyat yang menyentuh akar persoalan,” ujarnya.

Saipul menekankan, kepala daerah harus rutin turun langsung memastikan kebijakan berdampak nyata, mulai dari stabilisasi harga kebutuhan pokok hingga persoalan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tumpuan ekonomi Kukar.

Ia juga mengingatkan, marwah daerah bukan diukur dari simbol kemewahan pejabat, melainkan dari kedekatan pemimpin dengan rakyatnya. Kukar yang memiliki karakter wilayah berbeda—hulu, tengah, hingga pesisir—memerlukan pendekatan kebijakan yang spesifik dan merata.

Survei dan Catatan Evaluasi

Di sisi lain, hasil Survei Kepuasan Masyarakat yang dirilis Lembaga Data Plus Indonesia (DPI) pada Februari 2026 menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Aulia mencapai 74,71 persen. Evaluasi terhadap 17 Program Kukar Idaman Terbaik juga berada di atas 70 persen.

Program Makan Bergizi Gratis untuk balita dan lansia mencatat kepuasan 79,69 persen, sementara penyelenggaraan Erau Adat Kutai dan Festival Budaya menembus 92,51 persen.

Meski demikian, Saipul meragukan validitas momentum survei tersebut mengingat Aulia baru dilantik Juni 2025. Menurutnya, idealnya terdapat pembanding dari lebih dari satu lembaga survei agar hasilnya lebih objektif.

Dari Dokter ke Kursi Bupati

Aulia Rahman Basri bukan figur instan dalam politik. Lahir di Kota Bangun, 23 Agustus 1985, ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Hasanuddin hingga meraih gelar Magister Kesehatan. Kariernya dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama, memimpin puskesmas, hingga menjadi direktur rumah sakit daerah dan pejabat di Dinas Kesehatan Kukar.

Ia juga aktif di dunia organisasi dan usaha, termasuk memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kukar serta terlibat dalam jaringan alumni Cipayung dan kepartaian. Kombinasi pengalaman birokrasi, profesional, dan organisasi ini dinilai menjadi modal politik jangka panjang.

Aulia sendiri resmi menjabat Bupati Kukar setelah memenangkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) 19 April 2025 dengan 209.905 suara sah, menyusul diskualifikasi calon sebelumnya berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Ia dilantik pada Juni 2025.

Energi Generasi 1980-an

Sebagai kepala daerah dari generasi 1980-an, Aulia dianggap membawa warna baru dalam kepemimpinan di Kaltim. Energi muda, pendekatan berbasis data, serta gaya komunikasi yang lebih terbuka dinilai relevan dengan tantangan pembangunan ke depan.

Spekulasi soal 2029 pun mulai bermunculan, termasuk kemungkinan berpasangan dengan sejumlah figur politik Kaltim. Namun saat ditanya terkait peluang maju di Pilgub Kaltim, Aulia memilih merespons singkat.

“Belum kepikiran ke sana. Fokus Kukar dulu, Belanda masih jauh,” ujarnya.

Pilkada Kaltim memang masih tiga tahun lagi. Namun dalam politik, waktu adalah ruang konsolidasi. Bagi figur muda dengan jejaring organisasi dan legitimasi elektoral, tiga tahun bisa menjadi momentum mematangkan langkah—bergerak tanpa banyak suara, tetapi dengan perhitungan matang. (*)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+